Serambi Engineering, Volume V, No. 4, Oktober 2020 hal 1321 - 1331 1321 p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 Identifikasi Penentuan Skala Prioritas Penanganan Genangan atau Banjir Di Kecamatan Karawang Barat Trisha Ajeng Larasaty 1 , M. Candra Nugraha 2 , Etih Hartati 3 1,2,3 Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional, Bandung Jl. P.H.H Mustopa No. 23 Bandung 40124 *Koresponden email: trishaajengl@gmail.com Diterima: 7 September 2020 Disetujui: 1 Oktober 2020 Abstract West Karawang District is a center of local activities with a service scope the whole Karawang Regional with most populous region by 142.509 persons. Based on Karawang Regional Spatial Plans Year 2011 – 2031, West Karawang Sub-district is a flooded vulnerable area when rain season. That area is along the Citarum River stream with. Priority scale determination of flood is done with comparison method of the existing flood condition with the parameters in Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.12 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan. There were 13 flood points in West Karawang District with the highest priority scale, Tanjungpura Sub-District. In Tanjungpura Sub-District, there are 3 flood points with a height of 50-30 cm, 1 Ha of flood area, and the length of flood lasts for 10 hours. The puddle is located in a densely populated residential area which causes a lot of losses to residents. Keywords: West Karawang District, pool, flood, priority scale, spatial planning Abstrak Kecamatan Karawang Barat merupakan sentral kegiatan lokal dengan lingkup pelayanan untuk seluruh wilayah Kabupaten Karawang dengan jumlah penduduk terpadat yaitu 142.509 jiwa. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah(RTRW) Kabupaten Karawang Tahun 2011-2031, Kecamatan Karawang Barat merupakan kawasan rawan bencana banjir saat terjadi musim hujan. Kawasan tersebut berada di sepanjang aliran Sungai Citarum. Penentuan skala prioritas genang/banjir dilakukan dengan metode membandingkan kondisi genangan/banjir eksisting dengan parameter pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.12 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan. Berdasarkan skala prioritas tertinggi didapatkan 13 titik genangan/banjir pada Kecamatan Karawang Barat yaitu pada Kelurahan Tanjungpura. Pada Kelurahan Tanjungpura terdapat 3 titik genangan dengan tinggi genangan berkisar 50-30 cm, luas genangan 1 Ha, dan lamanya genangan berlangsung selama 10 jam. Genangan berlokasi pada daerah pemukiman padat penduduk yang menyebabkan banyak kerugian yang dialami warga. Kata Kunci: Kecamatan Karawang Barat, genangan, banjir, skala prioritas, tata ruang 1. Pendahuluan Menurut RTRW Kabupaten Karawang Tahun 2011-2031 Kecamatan Karawang Barat merupakan kawasan rawan bencana banjir saat terjadi musim hujan karena kawasan tersebut berada di sepanjang aliran Sungai Citarum [1]. Kecamatan Karawang Barat juga memiliki jumlah penduduk terbanyak di Kabupaten Karawang dengan jumlah penduduk 142.509 jiwa [2] dengan kepadatan penduduk 4.392 jiwa/km 2 [3]. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya pembukaan lahan untuk menunjang kegiatan dan kebutuhan masyarakat, mengakibatkan berkurangnya daerah resapan air. Adanya tata guna lahan yang berubah pada Kecamatan Karawang Barat disebabkan bertumbahnya jumlah penduduk sehingga berpengaruh terhadap persoalan drainase. Hal tersebut menyebabkan berkurangnya daerah resapan air dan dapat menimbulkan permasalahan lingkungan, seperti banjir [4]. Saat musim hujan tiba dengan curah hujan yang tinggi, maka daerah dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi cenderung memiliki daerah resapan yang rendah, sehingga menyebabkan air hujan yang turun menjadi air aliran permukaan. Aliran air permukaan yang melebihi kapasitas saluran drainase tersebut menyebabkan genangan/banjir [5]. Selain itu, saluran drainase menjadi tidak dapat berfungsi dengan baik disebabkan oleh adanya penumpukan sampah dan sedimen [6]. Drainase memiliki pengertian yaitu mengalirkan, menguras, membuang, dan atau mengalirkan air limpa[7]. Sistem drainase merupakan bangunan air yang dirangkai agar dapat mengurangi atau