C. 128 WEBSITE MONITORING UNTUK SISTEM DETEKSI DINI TANAH LONGSOR BERBASIS LOW POWER WIDE AREA NETWORK Amin Suharjono 1* , Muhammad Mukhlisin 2 , Roni Apriantoro 1 , Anisa Novia Hidayanti 1 , Friskila Desy Hanatalia 1 1 Teknik Elektro, Politeknik Negeri Semarang 2 Teknik Sipil, Politeknik Negeri Semarang Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang, Semarang, 50275 *E-mail: amin@polines.ac.id Abstrak Tanah longsor merupakan bencana alam tahunan yang seringkali menimbulkan kerugian cukup besar di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan peralatan untuk memantau parameter potensi penyebabnya. Teknologi Internet of Things (IoT) merupakan terobosan dalam menangani masaah tersebut. Dengan perpaduan teknologi Low Power Wide Area Network (LPWAN), cakupan area dan efisiensi energi jaringan sensor nirkabel dapat ditingkatkan. Selain itu, dukungan website yang interaktif dan informatif dapat menunjang kelengkapan sistem yang menjadikan sistem monitoring dan deteksi dini longsor lebih andal. Tujuan dan kontribusi dalam paper ini adalah untuk mengembangkan website sistem monitoring tanah longsor berbasis LPWAN. Berdasarkan hasil pengujian, setiap elemen website dalam bekerja dengan baik sesuai dengan fungsinya. Kata Kunci: IoT; LPWAN; Tanah Longsor; Website. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara tropis dengan curah hujan yang tinggi serta bentang alam yang beraneka ragam, mulai dari perairan, perbukitan hingga pegunungan. Disisi lain, Indonesia juga terletak di jalur cincin api yang mana bencana seperti gempa vulkanik, gempa tektonik, erupsi gunung berapi, banjir dan tanah longsor sering terjadi. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 2.131 bencana telah terjadi di Indonesia sejak Januari hingga akhir September 2020. Bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin puting beliung dan tanah longsor, masih dominan terjadi di wilayah nusantara dengan persentase 99%. Jumlah kejadian tertinggi yakni banjir sebanyak 791 kali dan disusul kejadian bencana lainnya, antara lain puting beliung 573 kali, tanah longsor 387, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 314, gelombang pasang atau abrasi 26, kekeringan 22, gempa bumi 13 dan erupsi gunung api 5 (CNBC Indonesia, 2020). Prosiding Seminar Nasional NCIET Vol.1 (2020) C128-C137 1 st National Conference of Industry, Engineering and Technology 2020, Semarang, Indonesia.