KLOROFIL Vol. 5 No. 2, 2021 : 98 - 101 ISSN 2598-6015 98 Pengaruh Konsumsi Alkohol terhadap jumlah Eritrosit dan Hemoglobin Mencit (Mus musculus) Raudhah Hayatillah 1 Widie Kemala Hapsari 2 Syukriah 3 1 Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh 2 Magister Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada 3 Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sumatera Utara Medan *Corresponding author: raudhah.hayatillah@ar-raniry.ac.id ABSTRACT Alcohol is an organic compound that is often used in our life. In science research, alcohol is used as a solvent, fuel, and antiseptic. Alcohol if consumed in large quantities has side effects on the body that affect physiologically, one of which is nerve damage, liver and kidney damage, and affects the fetus if consumed by pregnant women. In addition, it is known that alcohol can affect erythrocytes and hemoglobin. In this study, alcohol was given to mice (Mus musculus) to see the effect on the number of erythrocytes and hemoglobin. This study used beer concentrations of 4% and 1% and distilled water as a control. The experimental animals used were 9 mice which would be induced by 1 mL of alcohol for 5 days. The parameters used were the number of erythrocytes and hemoglobin. Data collection was carried out 3 times after 5 days of alcohol induction. The result of this study is that alcohol can reduce the number of erythrocytes and hemoglobin in mice. Decreased erythrocytes and hemoglobin in mice have an impact on other body organ damage. Keywords: alcohol, erythrocytes, hemoglobin. PENDAHULUAN Alkohol merupakan senyawa yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti sebagai zat pembunuh kuman atau reagensia. Selain digunakan dalam kehidupan sehari-hari, alkohol juga sangat bermanfaat bagi dunia medis karena dapat digunakan sebagai stimulan pada sistem saraf. Dalam jumlah yang rendah atau sedang, penggunaan alkohol dapat memberikan efek positif seperti menghilangkan kecemasan dan memberi rasa tenang. Namun, jika dikonsusmsi dalam jumlah yang banyak secara terus menerus dalam waktu yang lama, alkohol dapat mempengaruhi homeostasis tubuh dan menyebabkan kurangnya kemampuan koordinasi sistem motorik. Gambaran efek tersebut dapat kita lihat secara sederhana pada keadaan orang mabuk. Tingginya tingkat stress masyarakat dan kurangnya kesadaran untuk menjaga kesehatan tubuh membuat beberapa orang cenderung menkonsumsi alkohol sebagai bahan penenang secara berlebihan tanpa ada penanganan medis tepat. Kondisi ini semakin diperburuk dengan banyaknya minuman lokal berakohol tinggi yang sangat mudah ditemui di pasaran seperti brem cair, tuak dan ciu. Orang yang mengkonsumsi alkohol dalam waktu yang lama akan berdampak pada kondisi fisiologis secara akut maupun subkronik. Akut merupakan kondisi perubahan fisiologis yang terjadi secara tiba-tiba dan mendadak, sedangkan subkronik merupakan perubahan fisiologis yang terjadi dalam waktu yang lama dan memiliki efek yang sama-sama membahayakan. Kondisi fisiologis manusia dapat dilihat dari fungsi homeostasis dalam tubuh. Jika fungsi tersebut