9 PENGARUH CARBOXYMETHYL CELULOSA NATRIUM SEBAGAI PENGENTAL TERHADAP STABILITAS SIRUP TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRIZA ROXB) Nutrisia Aquariushinta Sayuti Kementerian Kesehatan, Politeknik Kesehatan Surakarta, Jurusan Jamu Abstract : Carboxymethyl celulosa natrium, Curcuma xanthorriza Roxb syrup, Stability. The lack flavor and amylum contain of Curcuma xanthorriza Roxb cause difficulty to make it in to syrup. Carboxymethyl Celulose Natrium (CMC- Na) as a thickener was needed to solve the problem. The study aim to determine the influence of CMC-Na to syrup’s stability Curcuma xanthorriza. The methode was used to determine stability of syrup formulation with three formula with variations in the amount of 1% CMC-Na solution and 80% sucrose solution. Physical stability parameter of the syrup such as viscosity, acidity and organoleptic analyzed by two way anava. The result showed that CMC-Na effected on viscosity, acidity and organoleptic of the syrup. There are influence of CMC-Na to syrup’s stability. Keyword: Carboxymethyl celulosa natrium, Curcuma xanthorriza Roxb syrup, Stability Abstrak : Carboxymethyl celulosa natrium, Temulawak sirup, Stabilitas. Rasa yang tidak enak dan kandungan amylum dalam temulawak ( Curcuma xanthorriza Roxb) menyulitkan dalam pembuatan sirup temulawak. Carboxymethyl Celulose Natrium (CMC-Na) sebagai pengental diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh CMC-Na terhadap stabilitas sirup temulawak. Metode dipergunakan untuk mengetahui stabilitas dari tiga formula sirup temulawak dengan konsentrasi larutan CMC-Na 1% dan larutan sucrosa 80% yang berbeda. Parameter stabilitas fisik dari sirup yang terdiri dari viskositas, derajat keasaman dan organoleptic dianalisis dengan anava dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CMC-Na berpengaruh pada kekentalan, derajat keasaman dan organoleptis sirup. CMC-Na berpengaruh terhadap stabilitas sirup. Kata Kunci: Carboxymethyl celulosa natrium, Sirup temulawak, Stabilitas. PENDAHULUAN Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) merupakan salah satu simplisia yang tidak pernah ditinggalkan dalam pembuatan jamu. Hal tersebut disebabkan oleh kandungan kurkumin dalam temulawak yang dari segi ilmiah dapat merangsang sekresi empedu mau pun menangkal radikal bebas sehingga dapat meminimalisir efek negatif dari simplisia lain yang dikombinasikan bersama temulawak (Puspitojati dan Santoso, 2012; Rachman et al, 2008). Rasa pahit dan kandungan pati dalam temulawak seringkali menyulitkan dalam memformulasikan simplisia ini dalam sediaan sirup. Hal