Jurnal Elemen Vol. 7 No. 2, Juli 2021, hal. 324 335 DOI: 10.29408/jel.v7i2.3251 http://e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/jel 324 Etnomatematika: Eksplorasi Transformasi Geometri Tenun Suku Sasak Sukarara Sutarto 1 , Intan Dwi Hastuti 2* , Sri Supiyati 3 1 Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Pendidikan Mandalika 2 Program Studi PGSD, Universitas Muhammadiyah Mataram 3 Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Hamzanwadi *intandwihastuti88@gmail.com Abstrak Matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang masih jauh dari kenyataan dan budaya. Secara historis, matematika berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk budaya di Lombok Nusa Tenggara Barat. Budaya ini dapat digunakan untuk menggali konsep-konsep matematika sebagai upaya untuk mendekatkan matematika dengan realitas dan persepsi masyarakat dan aspek budaya juga menjadi dasar pembelajaran matematika di sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi unsur transformasi geometri tenun suku Sasak Sukarara Lombok Tengah menurut sudut pandang etnomatematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan tokoh budaya dan penenun asli Sukarara Lombok Tengah. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis isi dan triangulasi. Teknik analisis isi menyajikan data secara detail tentang budaya menenun dan kebiasaan subjek penelitian yang dilakukan di lokasi penelitian. Teknik triangulasi sumber data dilakukan dengan menggali secara komprehensif hubungan antara sistem pengetahuan matematika dan budaya motif tenun serta melihat konsepsi matematis yang ada dalam motif tenun Sukarara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif wayang, subahnale, keker, bintang empat, dan alang/lumbung ditemukan konsep refleksi (pencerminan) dan translasi (pergeseran) yang dapat dijadikan sumber belajar materi transformasi geometri. Kata kunci: etnomatematika, transformasi geometri, tenun Sasak, Sukarara Abstract Mathematics is considered as a subject that still far from reality and culture. Historically, mathematics has closely related to everyday life, including culture in Lombok West Nusa Tenggara. This culture can explore mathematical concepts to bring mathematics closer to reality and people's perceptions and cultural aspects as the basis for learning mathematics in schools. Therefore, this study explores the elements of geometry transformation in the weaving of the Sasak Sukarara tribe of Central Lombok from an ethnomathematics point of view. This research is qualitative research embracing an ethnographic approach. Data collection methods were carried out through observation and interviews with cultural leaders and native weavers from Sukarara, Central Lombok. The data analysis technique in this study used content analysis and triangulation techniques. The content analysis technique provides detailed data dealing with the weaving culture and habits of the research subjects carried out at the research location. The data source triangulation technique was carried out by comprehensively exploring the relationship between the mathematical knowledge system and the weaving motif culture and looking at the mathematical conceptions that exist in the Sukarara weaving motif. This study showed that in the motifs of wayang, subahnale, keker, four stars, and alang/lumbung, the concepts of reflection and translation could be used as learning resources for geometry transformation materials. Keywords: ethnomathematics, geometry transformation, Sasak weaving, Sukarara Received: March 25, 2021 / Accepted: June 15, 2021 / Published Online: July 14, 2021