THUFULI: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 e-ISSN: 2685161X This work is licensed under Creative Commons Attribution Non Commercial 4.0 International License Available online on: http://riset.unisma.ac.id/index.php/fai/index UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BILANGAN MELALUI TANGGA MANIK-MANIK MONTESSORI DI KELAS A TK ANGGREK KARANGPLOSO Devi Wahyu Ertanti 1 , Nur Lailatul Maghfiroh 2 Universitas Islam Malang e-mail: devi.wahyu@unisma.ac.id 1 , pirotul20@gmail.com 2 Diterima: 7 April 2021I Direvisi: 15 Mei 2021 I Disetujui: 19 Mei 2021 ©2021 Pendidikan Guru Raudhatul Atfhal Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang Abstract The purposed of this research was to improved recognized a numbers by the montessori method. For class A at Bina Anaprasa Kindergarten. This study used 25 children without children with special needs. The research method was classroom action research. Data collection techniques used observation, interviews and documentation. Analysis techniques were qualitative for analyzed cycles and qualitative for compared results. Data sources were the activitied of the teacher and the results of the development of recognized a numbers. The results of the study were the ability to recognized numbers increases. 24% in the first cycle and 76% in the second cycle. Learn was did by played. In accordance with the child's development and integrated thematic uses for other developments. Kata Kunci: number, montessori method, earlychilhood A. Pendahuluan Usia 4-6 tahun merupakan masa peka yang akan terjadi secara spontan dan tidak dapat terulang kembali, masa ini adalah masa-masa penting bagi anak untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangannya secara seimbang, karena menurut pendapat Kartini (2013), bahwa usia TK adalah usia golden age karena seluruh aspek perkembangannya telah siap untuk dikembangkan, maka dari itu menstimulus seluruh aspek perkembangan pada anak TK dirasa tepat. Hal ini sejalan dengan pendapat Montessori (2013), bahwa perkembangan anak tahap awal dibagi menjadi dua yaitu usia lahir sampai 3 tahun dan usia 3 tahun sampai 6 tahun, sedangkan usia TK adalah usia 4-6 tahun. Montesori menyebut usia TK dengan periode-periode sensitif dan periode otak menyerap, karena anak dapat menerima stimulus dari luar (lingkungan) yang bersifat terarah untuk membangun kemandirian anak. Periode-periode sensitif ini akan berpengaruh pada pendidikan selanjutnya. Periode sensitif adalah masa dimana perkembangan anak telah siap untuk dikembangkan dan harus distimulus secara seimbang. Dari beberapa pendapat di atas, maka penting bagi anak untuk mendapatkan pendidikan agar siap memasuki jenjang berikutnya.