JURNAL TEKNIK ITS Vol. 8, No. 2, (2019) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) G151 AbstrakJumlah kecelakaan kapal di dunia, sejak tahun 2007 hingga tahun 2016, sebanyak 1186 kasus dengan 249 kasus berada di Lautan China, Indonesia, dan Phillipines. Dari semua kasus kecelakaan yang terjadi, kecelakaan yang terjadi akibat karam sebanyak 598 kasus dan akibat grounding sebanyak 244 kasus. Grounding merupakan salah satu penyebab kecelakaan yang sering terjadi pada kapal. Oleh karena itu penelitian ini akan menganalisis tegangan yang diterima konstruksi alas kapal akibat grounding. Analisis dilakukan menggunakan metode elemen hingga dengan studi kasus konstruksi alas kapal tanker 17500 tonnes deadweight. Pemodelan dilakukan dengan software Finite Element Method (FEM). Hasil yang didapatkan berupa nilai tegangan von mises dan deformasi. Simulasi dilakukan dengan 3 skenario yaitu saat karang menabrak solid floor, open floor, dan watertight floor. Lokasi tempat karang mengenai konstruksi alas saat terjadinya grounding memengaruhi besar tegangan yang dihasilkan. Maka respon setiap komponen utama konstruksi alas akan berbeda. Besar tegangan maksimum dan deformasi maksimum global, bottom plate, side girder, transverse construction pada waktu 0,02 detik untuk skenario 1; skenario 2; dan skenario 3 adalah 1050 MPa; 965 MPa; dan 645 MPa, 62,1 MPa; 696 MPa; dan 94,4 MPa, 268 MPa; 366 MPa; dan 337 Mpa, 1050 MPa; 965 MPa; dan 645 Mpa dan 16,2 mm; 15,3 mm; dan 13,5 mm, 9 mm; 11,7 mm; dan 13,3 mm, 7 mm; 9,15 mm dan 6,98 mm, 16,2 mm; 15,3 mm dan 11,6 mm. Konstruksi alas kapal tidak mampu menerima beban akibat grounding dikarenakan tegangan yang dihasilkan pada respon konstruksi alas melebihi ultimate tensile strength. Kata KunciFEM, Ship Bottom Crushing, Ship Grounding I. PENDAHULUAN UMLAH kecelakaan kapal di dunia sebanyak 1186 kasus dengan lautan China, Indonesia, dan Phillipines menempati peringkat pertama wilayah yang mengalami kecelakaan kapal paling banyak, yaitu sebesar 249 kasus. Adapun tipe kapal yang paling banyak mengalami kecelakaan adalah kapal kargo, yaitu sebanyak 481 kapal. Dari semua kasus kecelakaan yang terjadi, grounding, ledakan/kebakaran, tubrukan, dan kerusakan mesin merupakan penyebab utamanya. Kecelakaan yang terjadi akibat grounding sebanyak 244 kasus. Dengan demikian grounding merupakan salah satu penyebab kecelakaan yang sering terjadi pada kapal [1]. Grounding merupakan salah satu penyebab kecelakaan yang sering terjadi pada kapal. Selain itu grounding berdampak langsung pada kekuatan konstruksi alas kapal sehingga apabila grounding terjadi pada kapal pembawa zat berbahaya seperti oil tanker, LNG/LPG dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang cukup serius. Untuk mengurangi resiko kerusakan kapal dan polusi lingkungan, sangat penting untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya tubrukan/karam dan konsekuensi yang disebabkannya. Oleh karena itu dibutuhkan suatu desain konstruksi struktur kapal yang mampu menerima beban akibat tubrukan dan karam. Grounding dapat disebabkan oleh karang atau benda lain yang ditabrak oleh bagian lambung alas kapal. Oleh karena itu penelitian ini akan menganalisis tegangan yang diterima konstruksi alas kapal akibat grounding. Analisis dilakukan menggunakan metode elemen hingga dengan studi kasus konstruksi alas kapal tanker 17500 tonnes deadweight. Pemodelan dilakukan dengan software Finite Element Method (FEM). Hasil yang didapatkan berupa nilai tegangan von mises dan deformasi. II. TINJAUAN PUSTAKA A. Konstruksi Alas Biasanya semua kapal berukuran lebih kecil menggunakan konstruksi alas single bottom, karena tidak memerlukan dasar ganda untuk menahan muatan kargo. Pada kapal ini plate floors berfungsi sebagai penyangga dari pelat alas. Plate floors tersebut merupakan lempengan yang melintang pada setiap jarak antar bingkai. Tetapi, hampir semua kapal yang berlayar di laut memiliki konstruksi double bottom. Dalam susunannya, tank top berada diatas plat dan bracket floors. Bracket floors memiliki sedikit perbadaan dengan plate floors. Konstruksi double bottom memiliki struts atau stiffener untuk menyangga dari plat alas dalam [2]. B. Grounding Grounding merupakan fenomena yang kompleks melibatkan jumlah dari energy absorb mechanisms. Lalu respon dari struktur tergantung dari posisi kapal dengan benda yang tertabrak atau bagaimana benda mengenai dari lambung kapal itu sendiri, dari bentuk dan kekerasan benda. Kerusakan kapal saat grounding tidak berhenti pada saat fase kapal bergerak mengenai benda yang tertabrak, tetapi kapal juga mengalami kerusakan saat kapal sudah berhenti pada karang atau benda yang ditabraknya [3]. C. Tegangan Von-Mises Format Tegangan von mises adalah kombinasi dari semua tegangan diantaranya adalah tegangan notmal pada tiga arah dan juga tegangan geser yang bereaksi pada tempat tertentu. Analisis Kekuatan Konstruksi Alas Kapal Akibat Grounding Iqbal Permana, Dony Setyawan Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, 60111 e-mail: iqbal.permana15@mhs.na.its.ac.id, dony@na.its.ac.id J