DESAIN BESAR PENATAAN DAERAH DAN DINAMIKA IDENTITAS BUDAYA DIPROVINSI PAPUA BARAT Oleh: I Ngurah Suryawan Abstract This article tries to elaborate implications of grand design planning of the Indonesia Government in Papua, especially in the province of West Papua towards cultural identity of Papua which are heterogenic and dynamic. The set up are which is associated with expansion areas make a new interconection identity space of culture of Papua society with a new culture that brought by expansion areas planning. In these moments, conflict occur which is dominated by political economy contestation. Yet, one of the biggest challenges on expansion areas is whether return to the originality of Papua culture based ethnicity or think for the outside world and a desire to always renew its cultural identity. Kata kunci: penataan (pemekaran) daerah, dinamika, identitas budaya Pendahuluan Masing-masing bangsa memiliki tradisi, konsep agama, struktur sosial dan kondisi geografis yang berbeda-beda. Ini juga tennasuk budaya material dan bentuk ekonomi yang sudah tentu berbeda. Keanekaragaman bangsa Papua sangatlah tinggi. Ini ditunjukkan dengan adanya lebih dari 253 bahasa. Terdapat tiga wilayah geografis yang berbeda yang menentukan cara hidup rakyat Papua yaitu daerah pantai yang dihuni oleh nelayan dan pelaut; daerah pegunungan yang dihuni oleh para petani; serta daerah tanah rawa yang sangat jarang penduduknya. Dasar dari sukubangsa Papua adalah Heterogenitas, demikian juga dasar dari Indonesia sendiri. Namun, perbedaan yang paling kentara adalah budaya-budaya di Papua tersebar, tidak seperti yang terhhat pada budaya Jawa dan Bah dimana budaya-budaya fokus dan tidak tersebar (Zolner, 2006: 66; Laksono, 2009a). Identitas bagi bangsa Papua sendiri awalnya berarti identitas sekelompok kecil: keluarga, desa kecil atau sekelompok kecil desa-desa. Identitas kelompok kecil atau pribadi itu didefinisikan melalui bahasa,