Volume 5 No. 2 Juni 2017 ISSN: 2302-6944 1 APLIKASI LIMBAH KELAPA SAWIT PENGARUHNYA TERHADAP PEMBENTUKAN BINTIL AKAR DAN HASIL KACANGTUNGGAK ( Vigna unguiculata L) PADALAHAN TERCEKAM SALINITAS Baso Amir, Muhammad Naim, Eka Sudartik Email: bas_amt@yahoo.com Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo ABSTRAK Salinitas tanah dapat menekan proses pertumbuhan tanaman dengan efek yang menghambat pembesaran dan pembelahan sel, produksi protein, serta penambahan biomass tanaman. Pengendalian salinitas tanah khususnya lahan pertanian dapat diupayakan melalui penambahan bahan organik ke dalam tanah sebagai amelioran yang dapat memperbaiki kualitas tanah.Limbah padat kelapa sawit mengandung sejumlah padatan tersuspensi, terlarut dan mengambang merupakan bahan-bahan organik dengan konsentrasi tinggi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan dosis aplikasi limbah padat kelapa sawit terhadap pembentukan bintil akar dan hasil tanaman kacang tunggak (Vigna unguiculata L) pada lahan yang tercekam salinitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan LKS 1 ( penambahan limbah kelapa sawit dengan dosis 200 gr/tanaman) dapat meningkatkan pembentukan bintil akar tanaman kacang tunggak dan secara signifikan dapat pula meningkatkan komponen hasil tanaman diantaranya jumlah polong, jumlah biji per polong dan bobot 100 biji. Kata kunci: bintil akar, kacang tunggak, limbah kelapa sawit, salinitas PENDAHULUAN Tanaman kacang-kacangan seperti kacang tunggak merupakan salah satu komoditi pertanian yang memiliki kontribusi langsung sebagai penambah kebutuhan konsumsi pangan masyarakat dengan nilai gizi yang tinggi dan harga yang relatif murah menjadikan kacang tunggak sebagai bahan makanan sumber protein nabati untuk mencukupi kebutuhan gizi dalam masyarakat (Wirdayanti, 2012). Rendahnya produksi kacang tunggak dalam negeri antara lain disebabkan oleh berbagai kendala seperti terbatasnya lahan untuk produksi, pemupukan yang belum optimal serta kondisi lahan yang relatif tidak subur. Kondisi lahan yang tidak subur merupakan akan berdampak pada pertumbuhan dan produksi tanaman budidaya. Faktor lingkungan yang sangat menentukan keberhasilan suatu budidaya tanaman adalah kondisi tanah atau lahan yang digunakan. Semakin baik kondisi tanah makan pertumbuhan akan meningkat. Salah satu kondisi lahan yang tidak menguntungkan bagi pertanaman yaitu