Jurnal Teknologi Informasi dan Terapan (J-TIT) Vol. 7 No. 2 Desember 2020 ISSN: 2580-2291
DOI: https://doi.org/10.25047/jtit.v7i2.176 ©2020 J-TIT
92
Klasifikasi Ketertarikan Anak PAUD Melalui
Ekspresi Wajah Menggunakan Metode CNN
Ajeng Restu Kusumastuti
Fakultas Sains dan Teknologi
Institut Sains dan Teknologi Terpadu
Surabaya institusi
Surabaya, Indonesia
reztoeadjenk@gmail.com
Yosi Kristian
Fakultas Sains dan Teknologi
Institut Sains dan Teknologi Terpadu
Surabaya institusi
Surabaya, Indonesia
yosi@stts.edu
Endang Setyati
Fakultas Sains dan Teknologi
Institut Sains dan Teknologi Terpadu
Surabaya institusi
Surabaya, Indonesia
endang@stts.edu
Abstract—The character of emotions in children is different
from that of adults, where the characteristics of the emotions in
childres include, (1) Briefly and ends suddenly, (2) Seems
greater or stronger, (3) Temporary or superficial, (4) Frequent,
(5) Can be known clearly from behaviour, and (6) Reaction
reflects individuality. Emotions that are felt can be expressed
through faces, this is continuous with how interested the child
is tho the material presented in fornt of him. Measuring the
interest classification in PAUD children in this study using
CNN. In the process of training the level of interest in PAUD
children, the accuracy value of the four models always
increases from epoch 25 until 100 with the highest value being
the Raj Mehrotra architecture. But during the data testing
process, the architecture in this study increased slightly and
the highest peak reached an accuracy value of 81.66%. It is
3.33% better than the result obtained with the Raj Mehrotra
architecture, and 1.66% better than R. Cui architecture.
Keywords— Expression, Faces, CNN.
Abstrak— Emosi adalah perasaan atau afeksi yang timbul,
ketika seseorang berada dalam suatu keadaan yang dianggap
penting oleh individu tersebut. Karakteristik emosi pada anak
berbeda dengan karakteristik yang terjadi pada orang dewasa,
dimana karekteristik emosi pada anak itu antara lain, (1)
Berlangsung singkat dan berakhir tiba-tiba, (2) Terlihat lebih
hebat atau kuat, (3) Bersifat sementara atau dangkal, (4) Lebih
sering terjadi, (5) Dapat diketahui dengan jelas dari tingkah
lakunya, dan (6) Reaksi mencerminkan individualitas. Emosi
yang dirasakan dapat diekspresikan melalui wajah, hal ini
berkesinambungan dengan seberapa tertariknya anak
terhadap tayangan materi yang disajikan dihadapannya.
Klasifikasi ketertarikan anak PAUD pada penelitian ini diukur
menggunakan metode CNN. Dalam proses training klasifikasi
ketertarikan anak PAUD, nilai akurasi keempat model selalu
mengalami peningkatan mulai dari epoch 25 hingga 100
dengan nilai tertinggi adalah arsitektur Raj Mehrotra. Tetapi
saat proses testing data, arsitektur pada penelitian ini
mengalami peningkatan secara perlahan dan puncak tertinggi
mencapai nilai akurasi 81,66%. Hal tersebut jauh lebih baik
3,33% dibandingkan hasil yang diperoleh dengan arsitektur
Raj Mehrotra, dan 1,66% lebih baik dibandingkan arsitektur
R. Cui.
Keywords— Ekspresi, Wajah, CNN.
PENDAHULUAN
Anak prasekolah adalah mereka yang berusia antara 3-6
tahun. Mereka biasanya mengikuti program prasekolah.
Sedangkan di Indonesia, umumnya mereka mengikuti
program tempat penitipan anak (3 bulan – 5 tahun) dan
kelompok bermain (usia 3 tahun), sedangkan pada usia 4-6
tahun biasanya mereka mengikuti program taman kanak-
kanak. [1]
Pada dasarnya, pendidikan prasekolah (preschool) adalah
pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan
perkembangan jasmani rohani anak didik di luar lingkungan
keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar. Taman
kanak-kanak atau TK sebagai salah satu bentuk pendidikan
prasekolah yang ada di jalur pendidikan sekolah merupakan
usaha untuk mengembangkan seluruh segi kepribadian anak
didik dalam rangka menjembatani pendidikan dalam
keluarga ke pendidikan sekolah. [2] Pendidikan prasekolah
kemudian dikenal dengan istilah PAUD atau singkatan dari
Pendidikan Anak Usia Dini.
Emosi sebagai perasaan atau afeksi yang timbul ketika
seseorang berada dalam suatu keadaan yang dianggap
penting oleh individu tersebut. Emosi diwakilkan oleh
perilaku yang mengekspresikan kenyamanan atau
ketidaknyamanan terhadap keadaan atau interaksi yang
sedang dialami. Emosi dapat berbentuk rasa senang, takut,
marah, dan sebagainya. Karakteristik emosi pada anak
berbeda dengan karakteristik yang terjadi pada orang
dewasa, dimana karekteristik emosi pada anak itu antara lain,
(1) Berlangsung singkat dan berakhir tiba-tiba, (2) Terlihat
lebih hebat atau kuat, (3) Bersifat sementara atau dangkal,
(4) Lebih sering terjadi, (5) Dapat diketahui dengan jelas dari
tingkah lakunya, dan (6) Reaksi mencerminkan
individualitas. [3]
Emosi yang dirasakan dapat diekspresikan melalui wajah,
seperti yang dijelaskan oleh K Amda dan R Fitriyani melalui
bukunya “Membaca Ekspresi Wajah”, dimana ekspresi
wajah seseorang menyimpan banyak informasi. Salah satu
contoh sederhana adalah ketika anak prasekolah
menunjukkan ketertarikan terhadap tayangan yang disajikan
dihadapannya melalui ekspresi gembira atau terkejut. Anak
yang tertarik akan fokus melihat keseluruhan tayangan,
sedangkan jika tidak tertarik maka tatapan mata hingga arah
wajah tidak akan fokus melihat tayangan bahkan berpaling
seluruhnya dan tidak menampakkan ekspresi gembira
(happy). Secara berkesinambungan kondisi pembelajaran
yang menyenangkan akan berdampak pada ekspresi
kegembiraan anak. Sedangkan ekspresi emosi yang sering
terjadi pada anak menurut Hurlock (2001) seperti yang
dikutip oleh Dwi Nidika yaitu gembira, sedih, marah,
cemburu, dan takut. [4]
Klasifikasi ketertarikan anak PAUD dapat dilakukan
dengan mengenali ekspresi wajah. Proses pengenalan
ekspresi wajah yang telah banyak diteliti, menggunakan
datataset dengan subject orang dewasa seperti FER-2013 dan