ULTIMA InfoSys, Vol. X, No. 2 | December 2019 98 ISSN 2085-4579 Mitigasi Risiko Komputasi Awan Joni 1 , Teguh Prasandy 2 , Imanuel Revelino Murmanto 3 1 Information System, BINUS Online Learning, Bina Nusantara University, Jakarta, Indonesia, 11480 joni@binus.ac.id 2 Information System, BINUS Online Learning, Bina Nusantara University, Jakarta, Indonesia, 11480 teguh.prasandy@binus.edu 3 Information System, BINUS Online Learning, Bina Nusantara University, Jakarta, Indonesia, 11480 imanuel.revelino@gmail.com Diterima 21 Juli 2019 Disetujui 20 Desember 2019 AbstractThe business world is developing very dynamically along with the development of information technology (IT). The technology or system that is currently invested will become obsolete in the next few years. Companies are starting to consider using cloud computing to keep up with the latest technology and reduce the complexity of managing IT experts, so they can focus on their main business processes. But when it comes to implementing cloud computing, there are risks that cannot be avoided. The purpose of this paper is to analyze the risks of using cloud computing, so that it can provide guidelines and guidelines for companies that want to switch to cloud computing services. The method used in writing this paper uses a literature study approach through tracing journals, textbooks, and the internet. Based on these searches it is known that cloud computing can be adopted by companies that want to get agility and flexibility when businesses grow rapidly, but must still pay attention to corporate governance, risk management, and compliance with regulations. Index Termscloud computing, business, corporation, risk I. PENDAHULUAN Di era digital saat ini, dunia bisnis semakin tergantung dengan teknologi dan internet. Banyak perubahan terjadi seiring dengan perkembangan teknologi dan internet. Sebuah perusahaan yang dulunya membutuhkan investasi besar untuk membangun infrastruktur teknologi informasi, kini dapat memanfaatkan komputasi awan. Penggunaan komputasi awan semakin meningkat setiap tahunnya dan diprediksi akan terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun mendatang. Laporan Gartner berjudul The Data Center is Dead, and Digital Infrastructures Emerge yang dipublikasikan pada tahun 2018 menyebutkan 10% perusahaan di dunia sudah beralih ke komputasi awan. Dan per tahun 2025, Gartner memprediksi 80% perusahaan akan mematikan pusat data (data center) mereka. Teknologi komputasi awan (cloud computing) menjadi daya tarik bagi perusahaan karena mampu menyediakan kebutuhan infrastruktur TI (teknologi informasi) secara cepat, mudah, dan dapat ditingkatkan kapasitasnya secara fleksibel sesuai perkembangan bisnis. Skema pembayaran komputasi awan juga lebih fleksibel karena perusahaan hanya membayar sesuai kapasitas yang digunakan, tanpa perlu mengeluarkan biaya besar untuk membangun infrastruktur TI di awal. Dengan demikian, perusahaan dapat menjadi lebih fokus ke bisnis utamanya tanpa harus mengembangkan kompetensi di area TI. Meskipun pemanfaatan komputasi awan menawarkan banyak kemudahan dan fleksibilitas dari sisi biaya dan infrastruktur, namun data prediksi dari IDC (International Data Corporation) menunjukkan pengeluaran biaya TI untuk cloud computing belum meningkat secara signifikan karena sebagian masih menggunakan Traditional DC (Data Center). Gambar 1: Spending on IT Infrastructure in Cloud Environments (IDC 2019) Hal ini tidak terlepas dari kekhawatiran akan keamanan dan risiko penempatan pusat data ke cloud sehingga banyak perusahaan masih enggan beralih ke cloud. Tujuan dari penulisan paper ini adalah menganalisa risiko dari pemanfaatan komputasi awan, sehingga dapat memberikan panduan bagi perusahaan yang ingin beralih ke layanan komputasi awan.