LAPORAN KASUS 47 Jurnal Penyakit Dalam Indonesia | Vol. 3, No. 1 | Maret 2016 | Perdarahan Saluran Cerna sebagai Manifestasi Tuberkulosis Intestinum pada Pasien Lepra dengan Reaksi Reversal dan Riwayat Terapi Steroid Jangka Panjang Gastrointestinal Bleeding as a Manifestation of Intestinal Tuberculosis in Leprosy Patients with Reversal Reaction and History of Long-Term Steroid Therapy Meutia Gebrina 1 , Saskia Aziza Nursyirwan 1 , Pradana Soewondo 2 , Achmad Fauzi 3 , Kaka Renaldi 3 1 Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta 2 Divisi Metabolik Endokrin, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta 3 Divisi Gastroenterologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta Korespondensi: Pradana Soewondo. Divisi Metabolik Endokrin, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo. Jln. Diponegoro 71, Jakarta 10430, Indonesia. email: soewondops@yahoo.com ABSTRAK Tuberkulosis usus merupakan suatu kondisi yang cukup sulit ditegakkan diagnosisnya. Gejala penyakit ini tidak khas dan pemeriksaan penunjang yang dilakukan seringkali menunjukkan hasil negatif. Salah satu gejala yang tidak khas dari tuberkulosis usus adalah perdarahan saluran cerna, yang harus menjadi kewaspadaan praktisi klinis. Kata kunci: perdarahan saluran cerna, tuberkulosis ABSTRACT Intestinal tuberculosis is diffcult to be diagnosed. Signs and symptoms usually are not specifc, and the results of diagnostic tools are frequently negative. One of the unusual symptoms of intestinal tuberculosis is gastrointestinal bleeding, which should increase the awareness of clinical practitioners. Keywords: gastrointestinal bleeding, tuberculosis PENDAHULUAN Tuberkulosis merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini paling sering menyerang organ paru, namun dapat juga menyerang organ-organ lain. Tuberkulosis juga disebut sebagai penyakit multsistem yang manifestasinya sangat bervariasi. 1 WHO memperkirakan terdapat 9,6 juta kasus baru tuberkulosis di seluruh dunia. Peningkatan ini merupakan revisi dari perkiraan sebelumnya, setelah adanya survei nasional di Indonesia. Sementara untuk Indonesia sendiri, WHO memperkirakan terdapat satu juta kasus tuberkulosis baru di Indonesia, meningkat 2 kali lipat dibandingkan sebelumnya. Dari keseluruhan kasus tuberkulosis di dunia, tga negara dengan jumlah kasus terbanyak adalah India (23%), Indonesia (10%) dan China (10%). 2 Tingginya kasus di Indonesia tersebut disebabkan Indonesia merupakan negara endemis tuberkulosis. Bahkan, penemuan kasus tuberkulosis pun masih menjadi tantangan tersendiri. Tahun 2012, diperkirakan terdapat 130.000 kasus tuberkulosis yang tdak terdiagnosis. 3 Tuberkulosis yang berada dalam tubuh manusia dapat bersifat laten atau infektf. Pada individu yang imunitasnya kompeten, sekitar 5-10% tuberkulosis laten akan berkembang menjadi penyakit. Sementara pada individu yang sistem imunnya lemah, persentase tersebut menjadi lebih tnggi. Beberapa kondisi immunocompromised yang mempermudah seseorang terinfeksi tuberkulosis