Pelaksanaan Deteksi Dini Penyakit Penyerta Kehamilan Pada Pelayanan Antenatal Terkait Kematian Ibu di Kabupaten Kudus Noor Azizahr,Sri Achadi Nugrahenit, Atik Mawarni3' rProdi Kebidanan STIKES Muhammadiyah Kudus ABSTRAK Tujuh clari l5 kasus kentatian ibtt cli Kabupaten Kudus terjadi pada kondisi hamil. Kehatnilsn risiko tiiggi dapat dideteksi apabila ibu hamil ntelakukan penrcril<saan antenalal .secara rulin- Tujuan priZtnoi ini unhrk ntinganalisis pelaksanaan deteksi dini penvakit penverta pada pelayanan antenalal dari ospek inpfi, proses dan outpttt Jenis penelitian ini adalah Kualilatif. Pemilihan informan dengan cara purposive, data ntelalui *oro)"oro (indepth interview) pada inforn'tan utama 9 bidan terdiri 5 Bidan Praktik Mandiri dan 4 bidan desa. I6 Infonnan triangilasi teidirt 6 Bidan Kaordinator Puskesmas, 9 ibu hamilresiko tinggi trimester III dan t Kepala Seksi Kesehatan Keluarga. Analisis data ntenggunakan ruetode analisis isi (conlenl analysisS Hasil penelitian jumlah tenaga bidan sudah mencukupi dikarenakan tiap desa sudah terdapat bidan desa. Semua bidan belum pernah mengikuti pelatihan Antenatal, ketrarnpilan yang dimiliki sebagian besar bidan desa kurang ioruro melayani pelayanan umutn, Sebagian besar alat yang belum dimiliki yaitu reflek patella, heiotueter,. j.a.ngka panggul. Sumber dana dari Bantuan Operasional Kesehatan -dan Bidan Praktik Mandiri dari'biaya yang dikeluarkan ibu hamil. Sebagian besar bidan tidak menanyaknn penyakit yang diderita, pola konsumsi. Sebagian besar bidan tidak melakukan pungrkuron ,ihu don lingkar lengan atas dikarenakan jika a'da indikasi. Penanganan dan tindak 'taniut beberapa bidan meiakukan rujukan tidak dilakukan pendampingan. Komunikasi ir4formasi dan eduknsi beluin dilakukan dengan baik. Output kasus yang sudah terdeteksi dini pada kehamilan yaitu riwayat obstetri jeleh umur terlalu tua, hepatitis dan hipertensi. Disirnpulkan bahwa deteksi dini penyakit penyerta pada pelayanan antenatal bidan belurn optimal karena belurn adanya pelatihan yang diselenggarakan, sarana alat pemeriksaaon laboratorium yang tidak ada di PKD. Kata Kunci : Deteksi Dini, antenatal, kematian ibu Pendahuluan Tahun 2A72 kematian ibu di Kabupaten Kudus 15 kasus (95.411100.000 kelahiran hidup). Dari 15 kasus kematian ibu. 7 orang ibu meninggal dalam kondisi hamil dan 2 orang ibu nreninggal dalam konisi persalinan dan 6 orang dalam kondisi nifas. Ibu yang meninggal dalam kondisi hamil 6 meninggal di fasilitas rumah sakit dan I ibu meninggal di rumah. Data tahun 2013 sampai dengan tanggal 6 Mei 2013 jumlah kematian ibu 7 kasus yang terdi ri dari 2 kasus dalam kondisi hamil. 3 kasus dalam kondisi persalinan dan 3 kasus dalam kondisi nifas. Penyebab 7 kasus kematian ibu hamil di Kabupaten Kudus pada tahun llKK Vol. 5. No. 2 luli2014 9-2I