Accurate: Journal of Mechanical Engineering and Science Vol.02, No.01, April 2021, pp.7-13 e-ISSN 2722-5089 and p-ISSN: 2722-4279 DOI: 10.35970/accurate.v2i1.582 7 Studi Eksperimental Unjuk Kerja Motor Diesel Putaran Stasioner dengan Campuran Bahan Bakar Biodiesel Buah Nyamplung Yuliyanti Dian Pratiwi 1 , Sutarno 2 , Warso 3 1,2,3 Program Studi Teknik Mesin Sekolah Tinggi Teknik Wiworotomo Purwokerto e-mail : 1 dianhilal@gmail.com, 2 sutarnopas@gmail.com, 3 warso.januari@gmail.com ABSTRAK Berkembangnya teknologi pada zaman ini dan pola kehidupan manusia yang terus mengalami perkembangan mengakibatkan kebutuhan energi semakin meningkat, sehingga ketersediaan energi bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbarui semakin menipis, bahkan diperkirakan semakin lama akan habis. Produk salah satu sumber minyak nabati yang sangat prospektif untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel adalah hasil dari proses pengolahan biji nyamplung (Calophyllum Inophyllum L). Hal ini disebabkan karena minyak biji nyamplung tidak termasuk dalam kategori kebutuhan pangan, sehingga pemanfaatannya sebagai biodiesel tidak akan mengganggu dalam kebutuhan pangan manusia. Tujuan penelitian ini menetahui seberapa torsi dan daya serta sfc terhadap campuran bahan bakar biodesel buah nyamplung. penelitian ini menggunakan studi eksperimental dengan penelitian yang telah dilakukan menghasilkan daya, torsi, dan sfc dari campuran 20% sebesar 1,72kW, 10,955N.m dan nilai naik/turun 10,08%. Presentase 30% 1,692kW, 10,777N.m dan nilai naik/turun -1,09%. Presentase 40% 1,719kW, 10,949N.m dan nilai naik/turun 5,77% untuk dexlite. Presentase 20% 1,722kW, 10,968N.m dan nilai naik/turun 4,63%. Presentase 30% 1,710kW, 10,891N.m dan nilai naik/turun 6,52%. Presentase 40% 1,722kW, 10,968N.m dan nilai naik 5,95% untuk Pertamina DEX. Kata Kunci : Motor Diesel, Minyak Nyamplung, torsi,daya ,Sfc ABSTRACT The recent development of technology and the continuous development of human lifestyle have resulted in the increasing of the need for energy, so that the availability of energy from non-renewable fossil fuels is decreasing, and it is even predicted that it will run out over time. One of the most prospective vegetable oil resources to be used as a raw material for biodiesel is product from the processing of nyamplung seeds (Calophyllum Inophyllum L). Due to nyamplung seed oil is not included in the category of primary food needs, so its usage as a biodiesel will not interfere with human food needs. The purpose of this research is to find out how much torque and sfc power to the mixture of biodiesel fuel from nyamplung fruit. This research used experimental studies with research that has been done to produce Power, Torque, and Sfc from a mixture of 20% of 1.72kW, 10,955Nm and the value of increase down 10.08%. Percentage of 30% 1,692kW, 10,777N.m and the value increase / decrease -1.09%. The percentage of 40% 1,719kW, 10,949N.m and the rate is up / down 5.77% for Dexlite. Percentage of 20% 1,722kW, 10,968N.m and 4.63% increase / decrease value. Percentage of 30% 1,710kW, 10,891N.m and value increase / decrease 6.52%. The percentage of 40% 1,722kW, 10,968N.m and the increased value by 5.95% for Pertamina DEX. Keywords : Diesel Motor, Nyamplung Oil, Motor Performance 1. Pendahuluan Seiring dengan berkembangnya pada zaman ini dan pola kehidupan manusia yang terus mengalami perkembangan mengakibatkan kebutuhan energi semakin meningkat, serta kebutuhan sarana transportasi dan aktivitas industri yang berakibat pada peningkatan kebutuhan khususnya pada konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Indonesia akan terancam mengalami krisis energi dalam beberapa tahun mendatang. Penyebabnya adalah terjadi kesenjangan antara permintaan energi yang tinggi dan pasokan produksi minyak di dalam negeri. Di lain pihak persediaan minyak dunia diperkirakan akan habis dalam kurun waktu 36,5 tahun terhitung sejak 2002 [1][2] Kemungkinan juga Indonesia akan mengalami hal yang sama dengan cadangan minyak hanya cukup untuk memenuhi konsumsi selama 18 tahun mendatang. Oleh sebab itu, penggunaan energi yang berbasis bahan bakar asal fosil perlu dikurangi dengan cara mengoptimalkan penggunaan energi yang terbarukan dan mengurangi