PROSIDING Rapat Kerja Fakultas Ilmu Kesehatan 2017 Prosiding: Peningkatan Keilmuan Solusi Tantangan Profesi Kesehatan | 115 Optimasi Formulasi Sediaan Lipstik Mengandung Ekstrak Etanol Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) Dian Ermawati,Uswatun Chasanah, Nurul Hidayah 1 ABSTRAK Salah satu bahan penting dari lipstik adalah pigmen warna. Dipasaran masih banyak pewarna sintetik berbahaya yang digunakan. Salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami dalam sediaan lipstik adalah ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.). Ubi jalar ungu juga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fsik (homogenitas, titik leleh, kekerasan), karakteristik kimia (pH), daya oles, dan stabilitas sediaan lipstik pada kadar ekstrak sebesar 5%, 10%, dan 20% dan untuk mengetahui pengaruh kadar ekstrak ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) pada kadar (5%, 10%, dan 20%) terhadap karakterik fsik (kekerasan dan titik leleh) dan kimia (pH) formulasi sediaan lipstik. Penelitian ini dilakukan dengan membuat 5 formula, yaitu F1 (kontrol negatif ), F2 (kontrol positif ), F3 (ekstrak 5%), F4 (ekstrak 10%), dan F5 (ekstrak 20%) dengan tiga kali replikasi. Dari uji stabilitas didapatkan hasil F1, F2, F3, F4, dan F5 tetap berbau vanilla, berbentuk torpedo dan F1 berwarna putih, F2 berwarna merah, F3 berwarna ungu muda, F4 berwarna ungu, dan F5 berwarna ungu Intensitas warna tersebut sama seperti yang dihasilkan pada saat uji daya oles. F1, F2, F3, F4, dan F5 memiliki rerata pH berturut-turut 6,8, 6,9, 6,3, 6,2, dan 6,1 dan rerata nilai kekerasan sebesar 9,70 N, 8,47 N, 4,83 N, 6,17 N, dan 7,1 N. F1, F2, F3, F4, dan F5 memiliki rerata titik leleh dan homogenitas berturut-turut adalah 65°C; homogen, 63°C; homogen, 63°C; sedikit homogen, 62°C; tidak homogen, dan 61°C; sangat tidak homogen. Besarnya kadar ekstrak tidak berpengaruh terhadap kekerasan, titik leleh, dan pH lipstik. Dan semakin meningkat kadar ekstrak semakin meningkat pula intensitas warna yang ditimbulkan. Kata kunci : ekstrak etanol ubi jalar ungu, lipstik, antosianin Pendahuluan Kosmetik merupakan bahan yang digunakan untuk memperbaiki penampilan tubuh. Menurut peraturan Menteri Kesehatan RI no.445/Menkes/Permenkes/1998 kosmetik merupakan sediaan atau paduan bahan yang yang siap untuk digunakan pada bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ kelamin bagian luar), gigi, dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit. Lipstik merupakan salah satu jenis kosmetik dekoratif. Dengan cara menambahkan warna pada wajah untuk tampilan yang lebih sehat dan membentuk bibir. Lipstik menyelaraskan wajah antara mata, rambut, dan pakaian dan menciptakan bibir terlihat lebih kecil atau lebih besar tergantung pada warna (Elsner & Maibach, 2005). Komponen lipstik terdiri dari pigmen, minyak lilin, dan pelembut yang memberikan warna, tekstur, dan pelindung terhadap bibir (Kruthika, et al., 2014). Pigmen yang digunakan pada formulasi lipstik masih banyak yang berasal dari bahan sintetik. Mempertimbangkan efek