ARTIKEL PENELITIAN http://ojs.unud.ac.id/index.php/eum 151 Fransiska Lavinia Gracella, I Wayan Eka Sutyawan, A. A. Mas Putrawati Triningrat (Karakteristik Penderita Katarak Senilis...) Karakteristik Penderita Katarak Senilis di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Tahun 2014 Fransiska Lavinia Gracella 1 , I Wayan Eka Sutyawan 2 , A. A. Mas Putrawati Triningrat 2 ABSTRAK Mata adalah salah satu indra yang memiliki fungsi penting dalam kehidupan, yaitu sebagai indra pengelihatan. Keadaan patologis yang dapat terjadi pada lensa adalah katarak senilis yang mengenai populasi berusia >50 tahun. Penelitian terhadap katarak senilis ini dilakukan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien katarak senilis di RSUP Sanglah tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel adalah dengan cara total sampling. Data yang memenuhi kriteria inklusi selanjutnya akan dianalisis. Data pasien yang termasuk dalam kriteria inklusi adalah sebanyak 73 data. Terdapat 46,6% penderita laki-laki dan 53,4% perempuan. Kelompok umur 50-59 tahun, 60-69 tahun, 70-79 tahun, dan 80-96 tahun berturut-turut sebanyak 31,5%, 39,7%, 24,7%, dan 4,1%. Sebanyak 19,2% mengalami katarak di mata kanan, katarak di mata kiri 12,3%, dan 68,5% katarak di kedua mata. Pasien dengan stadium insipien 0%, imatur sebanyak 74%, matur sebanyak 24,4%, dan hipermatur sebanyak 1,6%. Terdapat 24,7% penderita dengan visus awal ≥ 6/18, sebanyak 39,7% dengan visus <6/18 namun ≥6/60, sebanyak 17,8% penderita masing-masing dengan visus <6/60 namun ≥3/60, serta visus <3/60. Penderita katarak senilis berasal dari Kota Denpasar sebanyak 37%, Kabupaten Badung 12,3%, Bangli 2,7%, Buleleng 1,4%, Gianyar 15,1%, Jembrana 8,2%, Karangasem 8,2%, Klungkung 2,7%, Tabanan 4,1%, dan yang berasal dari luar Provinsi Bali 8,2%. Penderita terbanyak adalah perempuan, kelompok umur 60-69 tahun, katarak senilis bilateral, stadium imatur, visus awal ≥6/60 namun <6/18, mengalami gangguan pengelihatan sedang. Kata Kunci : katarak senilis, stadium, bilateralitas, visus, prevalensi ABSTRACT The eyes are one of the senses that has an important function in life, namely as sensory vision. A pathological condition that can occur in lens is senile cataract that afected population aged >50 years. Research on senile cataract was conducted to determine the characteristics of senile cataract patients in Sanglah Hospital 2014. This study was a descriptive study using cross sectional design. The sampling technique is total sampling. The data that met the inclusion criteria will then be analyzed. Patient data were included in the criteria for inclusion are as many as 73 datas. There are 46.6% male patients and 53.4% of women. The age group 50-59 years, 60-69 years, 70-79 years and 80-96 years in a row as much as 31.5%, 39.7%, 24.7% and 4.1%. A total of 19.2% had cataract in the right eye, left eye cataract was 12.3%, and 68.5% cataracts in both eyes. Patients with stage Incipient 0%, as much as 74% of immature, mature as much as 24.4%, and hipermatur as much as 1.6%. There are 24.7% of patients with early visual acuity ≥6/18, as many as 39.7% with visual acuity <6/18 but ≥6/60, as many as 17.8% of patients respectively with visual acuity <6/60 but ≥ 3/60, as well as visual acuity <3/60. Patients with senile cataract comes from the city of Denpasar as much as 37%, Badung 12.3%, Bangli 2.7%, Buleleng 1.4%, Gianyar 15.1%, Jembrana 8.2%, Karangasem 8.2%, Klungkung 2.7%, Tabanan 4.1%, and those from outside the province Bali 8.2%. Most patients were female, age group 60-69 years, bilateral senile cataract, immature stage, initial visual acuity ≥6/60 but <6/18, moderate visual impairment. Keyword : senile cataract, stage, bilateralitas, vision, prevalence 1 Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 2 SMF Ilmu Kesehatan Mata RSUP Sanglah E-JURNAL MEDIKA, VOL. 6 NO. 12, DESEMBER, 2017 : 151 - 156 ISSN: 2303-1395 Diterima : 17 November 2017 Disetujui : 29 November 2017 Diterbitkan : 2 Desember 2017 PENDAHULUAN Mata memiliki fungsi utama sebagai indra pengelihatan yang juga berperan dalam meningkatkan estetika fsik individu. Organ ini terdiri dari beberapa bagian, yang secara fsiologisnya dibagi menjadi rongga orbita, bola mata, dan adneksa yang terdiri atas kelopak mata dan sistem air mata (sistem lakrimal). Masing- masing bagian ini saling bersinergi sehingga individu dapat melihat. Adanya kerusakan pada salah satu bagian mata dapat menyebabkan penurunan fungsi mata yang akan mengganggu aktivitas seseorang dalam kesehariannya. Salah satu bagian mata yang penting adalah lensa. Lensa mata merupakan struktur globular yang transparan, terletak di belakang iris, di depan badan kaca. Bagian depan ditutupi kapsul anterior dan bagian belakang oleh kapsul posterior. Lensa memiliki fungsi dalam refraksi yaitu untuk memfokuskan sinar ke bintik kuning dan juga berfungsi dalam akomodasi mata, untuk melihat objek dekat maka lensa akan menjadi cembung. Terdapat beberapa keadaan patologis yang dapat