Prosiding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur &Teknik Sipil) Vol. 6, Oktober 2015 Universitas Gunadarma - Depok - 20-21 Oktober 2015 ISSN: 1858-2559 P-92 Rahardjo dkk, Tak Bisa Pindah... TAK BISA PINDAH KE LAIN HATI: PERAN ORIENTASI PERSPEKTIF WAKTU MASA LALU NEGATIF PADA INDIVIDU YANG PERNAH TERLIBAT HUBUNGAN ROMANTIS Wahyu Rahardjo 1 Desba Nurshafitri 2 Fani Atlanti 3 Indrajid Karim 4 Mita Afiatin 5 Nenda Desima 6 Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma 1 wahyu_rahardjo@yahoo.com ABSTRAK Hubungan romantis merupakan hal yang biasa ditemui dalam relasi pria-wanita. Hal yang menarik adalah fakta bahwa banyak individu mengalami gagal move on, meminjam istilah remaja saat ini, atau ketidakmampuan pindah ke lain hati, bahkan setelah putus atau berpisah dari orang yang pernah dekat dengannya. Salah satu hal yang ditengarai menjadi penyebabnya adalah orientasi perspektif waktu masa lalu negatif, di mana individu lebih banyak mengingat hal-hal yang buruk di masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah orientasi perspektif masa lalu negatif berperan pada diri individu sehingga menjadi tidak mampu pindah ke lain hati. Riset ini adalah riset kuantitatif dengan melibatkan mahasiswa di Depok dan sekitarnya sejumlah 100 orang. Teknik pengambilan data menggunakan insidental sampling untuk mendapatkan karakteristik khusus yaitu partisipan yang pernah atau sedang mengalami ketidakmampuan pindah ke lain hati. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa orientasi perspektif waktu masa lalu negatif berkorelasi dan memiliki pengaruh negatif terhadap ketidakmampuan individu untuk pindah ke lain hati pada semua alasan yang dapat dikemukakan, mulai dari masih adanya perasaan sayang, adanya kenangan indah, lamanya hubungan romantis yang pernah dijalani, kemunculan kembali orang yang pernah dicintai, bayangan cita-cita bersama yang belum tercapai, janji pada diri sendiri, dan ketidakmampuan memaafkan orang yang pernah dicintai. Kata kunci: Kegagalan pindah ke lain hati, Orientasi perspektif masa lalu negatif, Hubungan romantis PENDAHULUAN Relasi romantis atau hubungan romantis merupakan sesuatu yang lazim terjadi dan ditemui dalam konteks heteroseksual dan bahkan homoseksual. Terlepas dari itu, hubungan romantis dapat terjadi bukan hanya pada individu yang berpacaran namun juga pada individu yang memiliki kedekatan secara psikis dan afektif tanpa komitmen berpacaran. Selama perjalanan hubungan romantis tersebut banyak hal dapat terjadi. Beberapa yang terjadi seringkali menjadi begitu krusial sehingga menyebabkan konflik atau masalah lainnya sehingga berujung pada perpisahan dan penga- khiran komitmen hubungan romantis tersebut. Saling memperhatikan satu dengan yang lain merupakan salah satu aspek penting dalam komunikasi cinta antara dua individu dalam konteks hubungan romantis pada mahasiswa di negara- negara Asia Timur seperti Cina, Jepang, dan Korea Selatan, dibandingkan dengan individu di Amerika yang lebih mementingkan posisi cinta untuk dibawa menuju jenjang pernikahan tanpa syarat brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Gunadarma University: Ejournal UG