Jurnal Ilmu Manajemen Volume 9 Nomor 4 Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya 2021 1440 LITERASI KEUANGAN, GAYA HIDUP, LOCUS OF CONTROL, DAN PARENTAL INCOME TERHADAP PERILAKU KEUANGAN MAHASISWA Nuraeni Ritakumalasari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Surakarta nurainiritak@gmail.com Ari Susanti Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Surakarta santisties@gmail.com Abstract A financial attitude is essential for all young people, especially students, to avoid strange financial problems. Especially in this pandemic period, it must be good at managing its finances appropriately so as not to experience waste. This study explains financial literacy, lifestyle, locus of control, and parental income on student financial behaviour in Central Java. The population in this study are students of Central Java province, which numbered 400 respondents with the formula Slovin. Purposive sampling technique determining sample criteria. This research uses quantitative data obtained from a questionnaire google form. Data were analyzed through multiple regression analysis with IBM SPSS Statistics 25. The results explain that financial literacy, lifestyle, locus of control, and parental income significantly influence student financial behaviour in Central Java province. Universities must continue to encourage students to manage their finances, and students need to realize the importance of understanding financial behaviour in their lives. The beginning can be started by allocating money in the form of investment, insurance, savings, investment, and others to feel the benefits in the future. Keywords: financial behavior; financial literacy; lifestyle; locus of control; parental income. PENDAHULUAN Pandemi Covid-19 menjadi tantangan sekaligus masalah bagi perekonomian dunia. Saat ini epidemi sudah merebak ke beberapa negara di dunia salah satunya negara Indonesia. Indonesia mengumumkan adanya epidemi pertama di provinsi Jawa Barat, kota Depok pada tanggal 2 Maret 2020. Pandemi ini memberikan impak yang luar biasa terhadap kehidupan, bidang ekonomi, dan berubahnya perilaku keuangan mahasiswa khususnya mahasiswa Provinsi Jawa Tengah (Waty et al., 2021). Kurangnya tingkat pengetahuan pengelolaan keuangan serta rendahnya tingkat literasi keuangan seorang pelajar mengakibatkan mahasiswa menghadapi kesulitan finansial, karena keadaan perekonomian yang menyusut (Ahmad, 2021). Perilaku keuangan mahasiswa yang bersifat konsumtif menyebabkan sikap keuangan mahasiswa yang tidak bertanggung jawab, kurangnya aktivitas finansial, investasi, mendepositokan, penganggaran, dan perencanaan dana darurat untuk masa mendatang (Ahmad, 2021). Perilaku keuangan yang kurang bertanggung jawab ini condong mendorong seseorang berpikir pendek serta identik dengan belanja impulsif (Waty et al., 2021). Perilaku keuangan merupakan keterampilan individu dalam membuat keputusan dengan mengatur dan memanfaatkan sumber finansial (Listiyani et al., 2021). Selama epidemi banyak kampus melakukan pembelajaran jarak jauh yang mengakibatkan mahasiswa kuliah secara daring, sehingga banyak mahasiswa tidak memperoleh uang saku dari orang tuanya dan keuangan mahasiswa menjadi terbatas, sebab tidak adanya penghasilan untuk dialokasikan. Uang yang sebelumnya digunakan untuk keperluan tugas kuliah, kuota, konsumsi, dan transportasi kini tidak berlaku selama kuliah daring. Selain itu diikuti kultur generasi milenial yang kerap mengikuti trend mode yang tiada hentinya dan melakukan pembelanjaan online, apalagi selama Covid-19 ini membuat mahasiswa berdiam diri di rumah sehingga mahasiswa cenderung aktif di dunia maya (Ahmad, 2021).