RPSEP-11 KENDALA DAN STRATEGI PELAKSANAAN E-GOVERNMENT DALAM PEMBANGUNAN DAERAH Nora Eka Putri Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang Email: nor.adisty@gmail.com Abstrak E-government atau electronic government adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam percepatan pembangunan daerah. E-government merupakan teknologi informasi yang berbasis internet untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat agar lebih efektif dan efisien. Pengembangan e-government bertujuan antara lain: efektivitas prosedur birokrasi yang relatif berbelit-belit, kemudian pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat yang sesuai dengan prinsip-prinsip good governance, dan juga peningkatan pendapatan asli daerah. Namun dalam implementasinya penerapan e- government ini memiliki kendala tertentu misalnya keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang minim karena membutuhkan biaya tinggi dan faktor lainnya. Oleh karena itu diperlukan strategi tertentu agar penerapan e-government dapat terealisasi dengan baik pada pemerintahan daerah di Indonesia. Di antara strategi tersebut adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan atau bimbingan teknis, selanjutnya melengkapi sarana dan prasarana penunjang e- government teutama yang terkait dengan teknologi informasi yang berbasis internet. Kata Kunci: Pembangunan daerah, electronic government, kendala, strategi A. LATAR BELAKANG E-government adalah salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam percepatan pembangunan daerah. E-government (E-gov) merupakan teknologi informasi berbasis internet yang mampu menjadikan tugas dan fungsi pemerintah berjalan secara efektif dan efisien. Pengembangan E-gov bertujuan untuk peningkatan pelayanan publik; pemberdayaan masyarakat; dan pelaksanaan pembangunan, akan tetapi dalam implementasinya ternyata masih mengalami kendala-kendala tertentu. Hal yang paling penting dalam penerapan E-gov adalah sumber daya manusia (SDM) yang akan melaksanakan E-gov tersebut. Sebagaaimana diketahui bahwa kualitas SDM yang terdapat di daerah-daerah di Indonesia antara daerah satu dengan daerah lain mengalami perbedaan, namun kecenderungan secara umum SDM yang mampu mengimplementasikan E-gov diasumsikan terbatas, sebab E-gov berkorelasi positif dengan kemampuan mengaplikasikan teknologi informasi (termasuk komputer) sekaligus internet. Kelemahan tersebut di atas menghambat kelancaran implementasi E- gov di daerah dan ini berimplikasi bagi pelayanan masyarakat, misalnya pemerintah brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Universitas Terbuka Repository