Jurnal Ilmu Fisika dan Pembelajarannya (JIFP), Vol. 2, No.1, Juni 2018, 33-38 33 STUDI PENERAPAN KETERAMPILAN PROSES SAINS POKOK BAHASAN GAYA PADA PERKULIAHAN FISIKA DASAR Faizatul Mabruroh Pendidikan Fisika, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Palembang, Indonesia Email: faiza.uin.pfis@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keterampilan proses sains (KPS) mahasiswa pada pokok bahasan gaya dan gambaran hasil belajar yang diperoleh setelah diterapakan pendekatan keterampilan proses sains. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada perkuliahan semester ganjil tahun pelajaran 2017-2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Observasi dilakukan saat kegiatan pratikum berlangsung. Tes diberikan setelah 5 kali pertemuan. Berdasarkan observasi gambaran keterampilan proses sains untuk keterampilan mengobservasi sebesar 82,20%, keterampilan mengukur sebesar 73,64%, keterampilan mengkomunikasikan data sebesar 53,36%, keterampilan mengklasifikasi sebesar 47,61%, keterampilan memprediksi sebesar 47,53%, dan keterampilan menyimpulkan 52,33%. Sedangkan gambaran hasil belajar fisika dengan menerapkan pendekatan keterampilan proses sains berdasarkan analisa data tes didapatkan rata-rata hasil belajar mahasiswa adalah 66,06. Kata-kata kunci : Pendekatan Keterampilan Proses Sains (KPS), Hasil Belajar. PENDAHULUAN Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang gejala alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta- fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diarahkan untuk mencari tahu dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. Hakikat IPA meliputi empat unsur utama, yaitu (1) sikap merupakan rasa ingin tahu tentang sesuatu, (2) proses merupakan prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah, (3) produk merupakan fakta, prinsip, hukum, dan teori, (4) aplikasi merupakan penerapan metode ilmiah. Keempat unsur tersebut merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan diharapkan dapat muncul dalam pembelajaran IPA (Depdiknas,2007). Oleh karena itu pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah. Pengembangan keterampilan proses sains dapat dilatihkan melalui suatu kegiatan pembelajaran yang menggunakan pendekatan keterampilan proses. Pendekatan keterampilan proses adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga peserta didik dapat menemukan fakta-fakta, membangun konsep-konsep dan teori-teori dengan keterampilan intelektual dan sikap ilmiah. Peserta didik diberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. Pembelajaran IPA yang terjadi di lapangan selama ini berdasarkan hasil observasi selalu berorientasi pada hasil dan kurang memperhatikan proses yang terjadi. Pembelajaran yang terjadi di kelas selalu menunjukan dominasi guru sehingga seakan-akan guru adalah manusia super, yang selalu benar dan pendapatannya tidak dapat dibantah lagi. Berkenaan dengan hal