Avelina, Y., Baba, W. N. and Pora, Y. D. (2022) “Pengaruh Terapi Life Review Terhadap Penurunan Depresi Di Seksi Kesejahteraan Sosial Penyantunan Lanjut Usia Padu Wau Maumere”, Sebatik, 26(1). Submitted: 2021-11-15 Accepted: 2022-01-01 Published: 2022-06-01 Sebatik Vol. 26 No. 1 Juni 2022 ISSN: 1410-3737(p) 2621-069X(e) Open access article licensed under CC-BY DOI:10.46984/sebatik.v26i1.1665 277 PENGARUH TERAPI LIFE REVIEW TERHADAP PENURUNAN DEPRESI DI SEKSI KESEJAHTERAAN SOSIAL PENYANTUNAN LANJUT USIA PADU WAU MAUMERE Yuldensia Avelina 1) , Wilhelmus Nong Baba 2) dan Yosefina Dhale Pora 3) 1,2,3 Keperawatan, Universitas Nusa Nipa 1,2,3 Jl.Kesehatan No.3 Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Propinsi NTT,86111 E-mail : yuldensiaavelinaunipa@unipa.ac.id ) , wilhelmusnongbaba@unipa.ac.id ) , dan yevinpora84@unipa.ac.id ) ABSTRAK Lansia merupakan tahap lanjut dari suatu proses kehidupan yang terjadi secara alamiah. Tingginya stresor dan peristiwa kehidupan yang tidak menyenangkan dapat menimbulkan masalah psikologis, salah satu diantaranya adalah depresi. Depresi pada lansia lebih tinggi terjadi pada lansia yang hidup di panti jompo dibandingkan dengan lansia yang hidup di komunitas dan masih rendahnya intervensi psikologis untuk mengatasi depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi life review terhadap penurunan depresi pada lansia di Seksi Kesejahteraan Penyantunan Sosial Lanjut Usia Padu Wau Maumere. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi experiment dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Jumlah sampel sebanyak 36 orang, dengan menggunakan consecutive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pendek Geriatric Depression Scale (GDS) dengan 15 pertanyaan dalam versi Indonesia untuk mengukur depresi pada lansia. Intervensi terapi life review diberikan sebanyak 4 sesi yakni pengalaman masa anak-anak, masa remaja, masa dewasa dan masa lansia. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil uji wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terapi life review terhadap penurunan depresi lansia dibuktikan dengan nilai p value (0.000) < α (0.05). Terapi life review berhasil dalam menurunkan depresi pada lansia. Kata Kunci: Depresi, Lansia, Life review, Panti Jompo, Terapi Modalitas 1. PENDAHULUAN Lansia merupakan tahap lanjut dari suatu proses kehidupan yang terjadi secara alamiah baik secara biologis maupun psikologis. Perubahan yang dialami lansia yakni pensiun, penyakit atau ketidakmampuan fisik, penempatan dalam panti Werda, kematian pasangan dan kebutuhan untuk merawat pasangan yang kesehatannya menurun. Dalam waktu hampir lima dekade, persentase lansia Indonesia meningkat sekitar dua kali lipat (1971-2019), yakni menjadi 9,6 persen. Kondisi ini menyebabkan penduduk lansia sangat rentan mengalami masalah kesehatan baik fisik maupun psikologis. Para lansia juga masih harus menghadapi berbagai permasalahan, seperti perubahan kedudukan social, kehilangan pekerjaan, risiko terkena penyakit serta kehilangan orang yang mereka dicintai. Tingginya stresor dan peristiwa kehidupan yang tidak menyenangkan dapat menimbulkan kemungkinan lanjut usia mengalami kecemasan, kesepian sampai pada tahap depresi (Holvast dkk., 2017; Manungkalit & Sari, 2020). Depresi pada lansia merupakan salah satu masalah kejiwaan yang dialami lansia atau dikenal dengan late life depression. Istilah tersebut dimaksudkan bahwa depresi pada lansia seringkali tidak terdeteksi dan sering tidak ditangani dengan baik karena keterbatasan pengetahuan dalam penanganannya dan juga keterbatasan tenaga kesehatan yang memahami dan mampu menangani masalah tersebut. Kondisi depresi dapat menurunkan kualitas hidup dari lansia sendiri, dapat menurunkan imun sehingga lansia rentan terhadap penyakit serta menambah berat kondisi penyakit komorbid pada lansia. Dengan demikian lansia akan mengalami masalah atau hambatan dalam pemenuhan tugas perkembangannya (Sharif dkk., 2018). Depresi pada lansia lebih tinggi terjadi pada lansia yang hidup di panti jompo dibandingkan dengan lansia yang hidup di komunitas dengan perkiraan 11 sampai 78%. Dimana seringkali memiliki perjalanan kronis dan memiliki konsekuensi yang parah seperti peningkatan kecacatan, penurunan fungsi, penyakit jantung, pemanfaatan layanan, kematian baik karena bunuh diri maupun non-bunuh diri (Cuijpers dkk., 2020). Lansia yang tinggal di panti jompo merasakan kurangnya dukungan keluarga, sosial, ekonomi dan kesehatan (Maha dkk., 2019; Wati, 2019). Hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 14 Oktober 2020 diperoleh data bahwa terdapat 59 lansia yang menghuni Seksi Kesejahteraan Sosial Penyantunan Lanjut Usia Maumere. Semua lansia tersebut mengalami depresi ringan sampai sedang yang diukur menggunakan Geriatric Depressions Scale. Pengalaman lansia selama berada di panti jompo ini bervariasi, pada umumnya mereka menyatakan bahwa kurang mendapatkan dukungan baik dari keluarga, dukungan sosial dari pengasuh wisma, dukungan ekonomi dan kesehatan. Berdasarkan keterangan penanggung jawab panti jompo menyatakan bahwa selama ini upaya yang sudah dilakukan melalui terapi medis dan spiritual (kegiatan