SEMINAR MASTER 2018 PPNS ISSN : 2548-1509 (cetak) | 2548-6527 (online) 211 Prototipe Sistem Kontrol dengan Menggunakan Metode Fuzzy Logic dan Pemantauan Sumber Air Berbasis IOT (Internet Of Thing) serta Pendeteksi Kebocoran pada Pipa Novtafani Muhammad Ibrahim 1 , Hendro Agus Widodo 2 , Edy Setiawan 3 Jurusan Teknik Kelistrikan Kapal 1,2,3 Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Surabaya, Indonesia Abstrak—Sistem berbasis IoT (Internet of Things) pada aplikasi kontrol sangat memberikan kemudahan bagi pengguna teknologi. Pada penelitian ini diterapkan IoT (Internet of Things) dalam aplikasi monitoring dan pengendalian aliran air dari sumber air ke masyarakat sekitar. Ada beberapa parameter yang dikendalikan dalam penerapan aplikasi, yaitu kerja pompa berdasarkan debit air yang dideteksi sensor water flow meter dan water pressure dengan menggunakan metode fuzzy logic. Penggunaan pemantauan sistem berbasis IoT (Internet of Thing) dan pengendalian pompa menggunakan metode fuzzy lebih efektif dibandingkan sebelumnya yang tanpa menggunakan aplikasi IoT (Internet of Thing) dalam monitoring dan pengendaliannya. Sedangkan deteksi batas maksimal ketinggian air pada tandon 100% bekerja dengan baik. Untuk deteksi kebocoran pipa berdasar hasil pengujian meghasilkan penyimpangan 1,2%. Kata kunci—Motor Pomp; Fuzzy Logic; IoT (Internet of Thing); Deteksi Kebocoran I. PENDAHULUAN Untuk mendapatkan kebutuhan air bersih masyarakat sekitar memasang motor pompa yang bertujuan mengalirkan air dari sumber ke rumah-rumah warga dengan menggunakan pipa. Didalam sumber air tersebut terdapat tiga pompa untuk mengalirkan air dari dalam sumber ke rumah-rumah warga serta pompa yang ada didalam sumber menyala selama 24 jam. Pada sumber air tersebut untuk pengontrolan pompa masih secara manual dengan menggunakan MCB (Main Circuit Breaker) untuk menyalakan dan mematikan pompa. Berdasarkan yang didapat dari observasi saat penulis melakukan penelitian langsung ke tempat sumber air tersebut, permasalahan yang ada pada sistem pengaliran air sumber adalah kontrol yang digunakan masih menggunakan kontrol manual, pompa yang ada didalam sumber semuanya menyala selama 24 jam dan pada malam hari air yang digunakan oleh warga lebih sedikit dari siang hari sehingga kurangnya efisiensi dalam penggunaan pompa dan operator setiap hari harus ke lapangan hanya untuk memantau keadaan sumber air. Dari permasalahan tersebut ditandai dengan belum adanya sistem kontrol untuk mengontrol pompa untuk menyala sesuai dengan debit air yang dibutuhkan dan sistem pemantau dari jarak jauh. Sehingga permasalahan tersebut jadi kendala tersendiri. II. METODOLOGI PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperiment dan implementasi Kontrol metode Fuzy Logic. A. Hardware Hardware yang digunakan untuk penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Sensor Water Flow Sensor Water flow terdiri dari katup plastic, rotor air dan sensor hall effect. Saat air mengalir melalui waterflow sensor maka rotor air akan berputar dengan kecepatan sesuai aliran air yang melalui rotor tersebut. Hall effect didasarkan pada efek medan magnetik terhadap partikel bermuatan yang bergerak. Pada saat ada arus listrik yang mengalir pada hall effect yang terletak pada medan magnet dan tegak lurus dengan arus listrik, gerakan pembawa muatan akan mengarah ke salah satu sisi dan menghasilkan medan listrik. Pada penelitian ini menggunakan sensor water flow dengan tipe G1/2[1]. 2. Sensor Tekanan SKU114991178 Sensor SKU114991178 merupakan sensor analog yang dapat mengukur tekanan hingga 1,2 MPa. Sensor ini membutuhkan tegangan input sebesar 5V DC dan output sensor ini adalah sinyal tegangan yang sebanding dengan tekanan yang dikenakan, sinyal tegangan antara 0.5 VDC sampai 4.5 VDC. Untuk keakurasian sebesar 1.5%. 3. Sensor Water Level Sensor water level dengan tipe SSF22 ini merupakan sensor digital. Sensor ini dapat berfungsi secara normally open ataupun normally close. Pada sensor ini terdapat dua probe untuk tegangan masukan dan ground. Apabila yang digunakan fungsi normally open maka apabila pelampung pada sensor ini menyentuh air maka akan mendeteksi ketinggian air, dan jika yang digunakan fungsi normally close maka apabila pelampung pada sensor water level ini tidak tersentuh air maka baru mendeteksi ketinggian air. 4. Motor Pompa 12VDC Motor DC (Direct Curent) memerlukaan suplai tegangan yang searah pada kumparan medan untuk diubah menjadi energi mekanik. Motor DC