Mardhiah Hayati et al. (2016) J. Floratek 11 (1): 44-50 44 PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA KLON UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) DI DATARAN MENENGAH SAREE, KABUPATEN ACEH BESAR Growth and Yields Performance of Several Clones of Sweet Potato (Ipomoea batatas L.) at Medium Highland of Saree, District of Aceh Besar Mardhiah Hayati 1 , Nurhayati 1 , Ainun Marliah 1 dan Munawar Khalil 2 1 Tenaga Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala email: mardhiahislahuddin@gmail.com 2 Alumni Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala ABSTRACT The purpose of this study is to obtain an adaptable clones with high productivity at the medium highland of Saree, in the district of Aceh Besar. This research was conducted at experimental station of The Agriculture Mentor Academy at Saree, Aceh Besar with the altitude of 520 m above sea level, from February to July 2015. The study used a non factorial Randomized Block Design. The factors being tested are 12 types of potato clone, where nine were obtain from the International Potato Center of South East Asia (CIP-SEA) Bogor, West Java (CIP-440137, CIP-AC, CIP-B19, CIP-286, CI-287, CIP-GA, SARI, CIP-W, CIP-W104) and 3 local clones (White Saree, Yellow Saree, Bener Meriah). The results show that clones have a very significant impact on the percentage of life at 3 weeks after planting (WAP), long vines (4 and 6 WAP) and biomass dry weight, and significantly impact on the number of vines. The best plant growth is found on CIP-B19 and CIP -W104, while highest yields achieved by CIP- GA and CIP-W104. Keywords: sweet potato, clones, medium highland PENDAHULUAN Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) sebagai tanaman pangan termasuk keluarga Convolvulaceae. Tanaman ini dalam budidayanya membutuhkan input dan tenaga kerja yang lebih sedikit dibandingkan tanaman pangan lainnya. Tanaman ini dapat mentolerir kondisi marjinal, seperti tanah kering atau tanah dengan kesuburan rendah. Ubi jalar memberikan lebih banyak energi (yang dimakan) per hektar per hari dari pada gandum, padi atau singkong. Kemampuannya untuk menghasilkan produksi yang lebih baik dalam kondisi buruk dengan sedikit tenaga kerja membuat ubi jalar sangat cocok sebagai tanaman untuk daerah marjinal. Ubi jalar memiliki potensi produksi + 25-40 ton/ha sebagai tanaman palawija dengan waktu tanam sekitar 3,5-6 bulan (Widhi dan Dahrul, 2008). Sehingga ubi jalar merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Selain sebagai salah satu bahan diversifikasi pangan yang ekonomis, ubi jalar juga memiliki kandungan gizi serta kalori yang tinggi dibandingkan tanaman lainnya (Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, 2013). Ubi jalar dapat dimanfaatkan sebagai bahan industri makanan, farmasi dan pakan ternak. Produksi ubi jalar di Indonesia masih rendah. Hasil umbi basah rata-rata pada tingkat petani 7,3 ton per hektar, sedangkan rata-rata produksi di tingkat nasional 9,5 ton per hektar (Djalil et al., 2004). Rendahnya produksi ini disebabkan oleh teknik budidaya masih kurang baik, penggunaan klon-klon lokal yang produksinya rendah, faktor lingkungan dan juga kemampuan adaptasi klon-klon yang kurang terhadap lingkungan brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Floratek