Kumawula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2020 Kumawula, Vol. 3, No.3, Desember 2020, Hal 484 – 491 DOI: https://doi.org/10.24198/kumawula.v3i3.29635 ISSN 2620-844X (online) Tersedia online di http://jurnal.unpad.ac.id/kumawula/index LINGUISTIK KULTURAL SEBAGAI PENGUNGKAP KEARIFAN LOKAL DALAM PENINGKATAN LITERASI DI PESANTREN MANBA’UL ULUM TASIKMALAYA Ani Rachmat 1* , Ferry P Pakpahan 2 , Upik Rafida 3 1 Universitas Padjadjaran 2 Universitas Padjadjaran 3 Universitas Padjadjaran * Korespondensi : ani.rachmat@unpad.ac.id ABSTRACT The current flow of information cannot be stopped, like a virus that infects and spreads through various communication media, especially the internet. Therefore, it is necessary to strengthen literacy for internet users, so as not to fall into and be influenced by misleading information. Literacy is a concept that has a complex, dynamic meaning, is continuously interpreted and defined in various ways and points of view. The purpose of this PPM is to strengthen the literacy skills of junior high school level students in Ponpes Manba'ul Ulum, Tasikmalaya, which is based on knowledge of health and linguaculture. The method used is community education in the form of distance seminars, given the Covid-19 Pandemic situation. The results of this PPM show an increase and strengthening of the literacy of students, this is evident from the various questions asked by students in the question and answer session. Keywords: information; Linguaculture; Literacy ABSTRAK Arus infomasi saat ini tidak dapat dibendung, bagaikan virus yang menginfeksi dan menular melalui berbagai media komunikasi, terutama internet. Oleh karena itu diperlukan penguatan literasi pada masyarakat pengguna internet, agar tidak terjerumus dan terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Literasi merupakan sebuah konsep yang memiliki makna kompleks, dinamis, terus ditafsirkan dan didefinisikan dengan berbagai cara dan sudut pandang. Makna dasar literasi sebagai kemampuan baca-tulis merupakan pintu utama bagi pengembangan makna literasi secara lebih luas. Tujuan PPM ini adalah untuk menguatkan kemampuan literasi siswa setingkat SMP di Ponpes Manba’ul Ulum, Tasikmalaya yang berbasis pada pengetahuan kesehatan dan linguakultur. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat dengan cara kombinasi daring dan luring, mengingat situasi pandemi Covid-19. Hasil dari PPM ini menunjukan adanya peningkatan dan penguatan literasi pada siswa, hal ini terbukti dari berbagai pertanyaan yang dilontarkan siswa dalam sesi tanya-jawab. PENDAHULUAN Literasi merupakan aktivitas yang secara tidak sadar telah dilakukan oleh manusia sepanjang hidupnya. Setiap saat mereka belajar untuk menerima informasi baru sebagai tambahan pengetahuan, dan menggunakan persediaan informasi yang dimiliki untuk mengatasi persoalan yang dihadapi dalam hidupnya (Susanti & Permana, 2017) Dalam diskusi kelompok terpumpun (DKT) Gerakan Literasi Nasional (GLN) Tahun 2019, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) saat itu, Muhadjir Effendy, menyampaikan bahwa ruh dari semua gerakan pendidikan adalah literasi, dan mengingatkan agar makna literasi jangan direduksi sekadar membaca buku saja. Dikatakan bahwa literasi itu tidak hanya membaca buku saja, namun dengan membaca seseorang memiliki 484