JURNAL LITERASIOLOGI 1 VOLUME 7 NO. 1, Juli – Desember 2021 1 Pemahaman Nilai – Nilai Moderasi Beragama dan Kebangsaan Melalui Kegiatan Diklat Kementerian Agama RI dalam Muwujudkan ASN Moderat Studi di Balai Diklat Keagamaan BDK Palembang Sumarto, Emmi Kholilah Harahap Institut Agama Islam Negeri Curup sumarto.manajemeno@gmail.com Abstrak Menjadi ASN adalah pengabdian kepada Negara. Menjadi ASN bukan di layani tetapi melayani masyarakat dalam konteks ini adalah melayani mahasiswa yang sudah menjadi tanggung jawab untuk melahirkan generasi yang berkarakter dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan Negara. Tidak hanya melayani mahasiswa terlalu sedikit, tetapi melayani masyarakat dengan memberikan pengetahuan, pengalaman dan mampu menjadi problem solver. Mewujudkan ASN Moderat bisa melalui kegiatan Pelatihan Moderasi Beragama dan Nasionalisme/Kerukunan Umat Beragama bagi ASN Angkatan III Kementerian Agama RI Tahun 2021 se - Provinsi Sumatera Selatan, Lampung dan Bengkulu. Mengapa harus bersikap moderat? Pertanyaan yang mendasar bagi kita semua tidak hanya ASN. Menyikapi gesekan sosial yang terjadi belakangan hari ini dan bahkan terjadi banyak konflik yang dikarenakan isu Suku, Agama, Ras dan Adat Istiadat. Pentingnya Internalisasi dari nilai nilai Moderasi yaitu Komitmen Kebangsaan, Anti Kekerasan dan Radikalisme, Toleransi dan Akomodatif atau ramah terhadap Budaya lokal. Kata Kunci : Nilai – Nilai Moderasi Beragama, Kegiatan Diklat Pendahuluan Moderasi Beragama adalah bagian dari ajaran Islam dimana kita di ajarkan untuk memiliki komitmen Kebangsaan, bersikap toleransi, bersikap anti radikalisme dan kekerasan serta bersikap ramah terhadap budaya dan relegion lokal. Perbedaan yang ada adalah karunia dari Allah Subhana wata'ala, seharusnya kita bersyukur dan menyikapi setiap perbedaan dengan sikap saling menghormati, sehingga perbedaan bisa menjadi kekuatan bukan perpecahan. Tentunya sebagai ASN kita harus Moderat, dalam hal ini Moderat adalah bagaimana kita sebagai ASN harus bersikap toleran, memiliki komitmen kebangsaan, anti terhadap radikalisme, anti terhadap kekerasan dan akomodatif atau ramah terhadap