88 - Vol. 1 / No. 2 / Juni 2013 RELASI GENDER DALAM PENGAMBILAN KEBIJAKAN STRATEGIS PARTAI PADA PARTAI ISLAM Nila Sastrawati Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar Abstrak Sistem internal partai tidak terlepas dari relasi yang terbangun antara identitas perempuan dan identitas laki-laki. Bryan menjelaskan bahwa dalam teori sosialisasi, perbedaan laki-laki dan perempuan dibentuk oleh variasi budaya, dan dalam analisis conversational menunjukkan perbedaan dalam pola gangguan percakapan antara laki-laki dan perempuan yang bermuatan penggunaan kekuatan. Di dalam organisasi dimana laki-laki dan perempuan memperjuangkan sebuah kekuasaan, komunikasi yang terjalin tetap mengandung muatan kekuasaan laki-laki. Dalam konteks ini, postmodernism menempatkan laki- laki dan perempuan dengan “ide identitas laki-laki yang plural” dan ide identitas perempuan yang plural”, bukan pada tataran “kesamaan laki-laki dan perempuan”. Kata Kunci: Relasi gender I. Pendahuluan ra reformasi telah memberikan harapan baru bagi gerakan transformasi demokrasi untuk mewujudkan kehidupan demokratis sebagaimana diperjuangkan banyak kalangan. Banyak agenda agenda penting khususnya yang berkaitan dengan keadilan dan kesetaraan yang sebelumnya terabaikan saat ini kembali menjadi agenda penting untuk diperjuangkan. Persoalan mendasar dari beberapa agenda tersebut adalah muatan-muatan yang mengarah pada pentingnya pelibatan perempuan pada berbagai aspek kehidupan sosial dan politik, dimana kondisi tersebut cenderung berbanding terbalik dengan beragam hambatan dan tantangan yang harus dihadapi kaum perempuan salah satunya bermuara pada kebijakan kebijakan yang tidak berbasis gender. Faktor budaya, sistem sosial, sistem politik, masalah kemiskinan merupakan E