2020 Seminar Nasional Hasil Pengabdian kepada Masyarakat; e-ISSN: 2686-2964 Pemberdayaan masyarakat melalui (Hayati Mukti Asih) | 109 Seminar Nasional Hasil Pengabdian kepada Masyarakat 21 November 2020, Hal. 109-116 e-ISSN: 2686-2964 Pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan sampah organik rumah tangga untuk budidaya kampung sayur Hayati Mukti Asih, Isana Arum Primasari Universitas Ahmad Dahlan, Jl. Ringroad Selatan, Kragilan, Tamanan, Bantul Email: isana_prisa@ie.uad.ac.id ABSTRAK Kamulyan merupakan nama salah satu nama Bank Sampah yang berada di Kelurahan Brontokusuman RW 20 - 22 Kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta. Mayoritas anggota Bank Sampah Kamulyan adalah para ibu rumah tangga yang berpotensi untuk dikembangkan, khususnya dalam pengolahan sampah baik organik maupun non-organik. Permasalahan Mitra adalah minimnya pengetahuan masyarakat terhadap pengolahan sampah organik dan minimnya lahan untuk menanam tanaman. Pendampingan kepada Mitra perlu dilakukan agar pengetahuan tentang pengolahan sampah dan memanfaatkannya menjadi suatu produk yang lebih berguna. Bermula dari sampah organik rumah tangga adalah langkah awal yang baik untuk menuju Brontokusuman menjadi Kampung Sayur. Hal ini sejalan dengan program Kelurahan agar setiap warga dapat mengusahakan penghijauan berawal dari rumah sendiri. Program Pengabdian kepada Masyarakat di Bank Sampah Kamulyan dilakukan melalui berbagai kegiatan antara lain penyuluhan dan praktek pengolahan sampah organik rumah tangga, penyuluhan dan praktek pengolahan sampah non-organik rumah tangga, serta pendampingan pemanfaatannya untuk menjadi modal dalam mewujudkan “Kampung Sayur”. Hasil dari kegiatan ini adalah pupuk organik dari olahan sampah rumah tangga dalam tabung biopori yang dapat digunakan sebagai pupuk tanaman sayur, pemanfaatan barang rongsokan menjadi media pot tanaman hijau dan sayuran serta peningkatan ketrampilan berinovasi dalam mewujudkan “Kampung Sayur” tanpa biaya yang besar. Manfaat yang dirasakan oleh warga sangat banyak selain mengurangi tumpukan sampah organik dan non-organik juga meningkatkan produktivitas ibu rumah tangga dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan lebih jauh lagi dapat meningkatkan ekonomi keluarga melalui berbagai usaha di bidang olahan sampah ini. Kata kunci: sampah organik, sampah non-organik, biopori, rongsokan, kampung sayur