9 PEMBERIAN KOLKHISIN dENGAN LAMA PERENdAMAN BERBEdA PAdA INdUKSI POLIPLOIdI TANAMAN PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) THE INdUCTION OF POLYPLOIdY IN Impatiens balsamina BY COLCHICINE WITH dIFFERENT PERIOd OF IMMERSION ni MadE sastriyani wiEndra, MadE pharMawati, ni putu adriani astiti Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran, Bali Email: pharmawati@hotmail.com INTISARI Penelitian lama perendaman kecambah pacar air (Impatiens balsamina L.) dengan kolkhisin 0.01%, dilakukan untuk mengetahui lama perendaman yang dapat menginduksi poliploidi. Lama perendaman yang digunakan adalah 4 jam, 6 jam, 8 jam, 12 jam dan 24 jam. Pengamatan jumlah kromosom dilakukan dengan menggunakan teknik squash dengan pewarna aceto-orcein. Pengamatan morfologi dilakukan dengan mengukur tinggi tanaman, lingkar batang, panjang daun, lebar daun, jumlah cabang, diameter bunga serta waktu pembungaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kolkhisin 0,01% dapat mengandakan kromosom pada I balsamina. Pengamatan morfologi menunjukkan bahwa tanaman yang diberi kolkhisin mempunyai daun dan batang yang lebih besar, cabang yang lebih banyak dibandingkan kontrol. Serta waktu pembungaan yang lebih cepat dibandingkan kontrol. Jumlah kromosom tanaman diploid 2n = 2x = 12 dan pada tanaman tetraploid 2n = 2x = 24 kromosom. Kata kunci : Aceto-orcein, Impatiens balsamina L., kolkhisin, kromosom ABSTRACT The purpose of this research was to induce polyploidy on Impatiens balsamina L. Seedlings of I. balsamina was immersed in 0,01% colchicines solution for 4, 6, 8, and 24 hours. Chromosome of I. balsamina was visualized using squash method stained with aceto-orcein. Morphological observations were conducted on plant height, stem circumference, leaf length and width, number of branches fowering time and size of fower. The result revealed that 0,01% solution of colchicine was able to induce polyploidy on I. balsamina. Obsevation on morphological characteristic showed that colchicine treatment increased plant height, stem circumference, leaf length and number of branches. Colchicine treatment induced earlier fowering time, but fower size was unaffected. Twelve chromosomes (2n = 2x = 12) were observed in the diploid seedlings while 24 chromosomes were observed in the tetraploid (2n = 4x = 24 seedlings. Keywords: Aceto-orcein, chromosome, colchicines, Impatiens balsamina L. Naskah ini diterima tanggal 28 Maret 2011 disetujui tanggal 24 Mei 2011 PENDAHULUAN Impatiens balsamina L. (pacar air) adalah tanaman yang berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara yang merupakan anggota dari famili Balsaminaceae (Heyne, 1987). Jumlah kromosomnya adalah 2n=14 (Dhanavel et al., 2004). Tanaman ini memiliki habitus herba dan merupakan tanaman hias yang biasa ditanam di halaman rumah (Heyne, 1987). Tanaman pacar air merupakan tanaman obat yang daunnya dapat digunakan sebagai obat luka, mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi), bisul, radang kulit, radang usus buntu kronis, sakit pinggang, leher dan pinggang kaku, haid, tulang patah atau retak (Heyne, 1987). Di Bali bunga pacar air digunakan sebagai sarana persembahyangan umat Hindu. Warna bunganya yang bervariasi membuat bunga ini sangat digemari sebagai salah satu komponen “canang” (persembahan ke pura), namun karena bunga pacar air sangat tipis dan cepat layu maka perbaikan genetik untuk meningkatkan kualitas bunga pacar air sangat diperlukan. Salah satu cara untuk memperbaiki genetik tanaman pacar air adalah dengan induksi poliploidi. Tanaman poliploid merupakan tanaman yang memiliki tiga atau lebih set kromosom dalam sel-selnya. Sifat umum dari tanaman poliploid antara lain tanaman menjadi lebih kekar, bagian tanaman lebih besar meliputi akar, batang, daun, bunga dan buah (Escadon et al., 2003). Sebagai contoh, kentang tetraploid dan gandum heksaploid berukuran lebih besar daripada leluhurnya yang diploid (Alam et al., 2011; Sissons dan Hare, 2002). Induksi poliploid dimanfaatkan dalam pemuliaan tanaman, karena hasil panen menjadi lebih tinggi (Alam et al., 2011), JURNAL BIOLOGI XV (1) : 9 - 14 ISSN : 1410 5292