Alamat korespondensi: Jl. Colombo, Karangmalang Yogyakarta 55281. Tel. & Fax.: +62-274- 586168 Fotodegradasi Fenol dengan Katalis Titanium Oksida dan Tinanium Silikat Mesopori- Mesostruktur Phenol photodegradation using Titanium Oxide Catalysts and Tinanium Silicate Mesoporous - Mesostructure HARI SUTRISNO 1, , RETNO ARIANINGRUM 1 , ARISWAN 2 1 Jurusan Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta 55281. 2 Jurusan Pendidikan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta 55281. Diterima: 13 Mei 2006. Disetujui: 18 Agustus 2006. ABSTRACT The objective of this research is to study the fotodegradation of phenol by titanium dioxide and titanium silicate mesoporous-mesostructure accelerated by hydrogen peroxide (H 2 O 2 ). Photodegradations were carried out in stirred slurries of mesoporous-mesostructure titanium dioxide and titanium silicate: 0.15 g TiO 2 -layered macrostructure, 0.35 g TiO 2 /MCM-41 and 0,5 g Ti-MCM-41 in deionized water respectively. Phenol solution (0,5 g/L) was illuminated by 160 W from mercury lamp at times various: 20, 40, 60 and 80 minute. The results show that TiO 2 -layered mesostructure followed by TiO 2 /MCM-41 are the two most active photocatalyst, while Ti- MCM-41 is not active photocatalyst. Organic substances produced from phenol fotodegradation include phenol p-benzoquinon, hydroquinon catecol maleic acid acetic acid and formic acid water and carbon dioxide. Keywords: Photodegradation, phenol, mesoporous-mesostructure, titanium dioxide, titanium silicate. PENDAHULUAN Pencemaran perairan berbahaya umumnya berasal dari senyawa organik yang berasal rumah tangga dan industri. Detergent merupakan salah satu contoh jenis pencemar kimia dari rumah tangga, sedangkan fenol dan turunannya berasal dari industri kimia, industri pulp, kertas, kayu lapis, migas, plastik, tekstil dan rumah sakit. Grup fenol dan kresol merupakan salah satu grup senyawa dari sembilan grup senyawa organik yang sangat diproteksi dilingkungan oleh United States EPA (Environmental Protection Agency) (Ollis et al., 1986). Konsentrasi fenol yang dapat dibolehkan diperairan sebesar 0,005-0,010 g/L (Sulaeman and Hermawan, 2002), sedangkan konsentrasi fenol yang ada dalam limbah cair pada berbagai macam proses industri berkisar 0,035-8,000 g/L. Senyawa fenol bersifat karsinogenik dan terurai sangat lambat oleh sinar matahari. Fenol diperairan masuk ke dalam tubuh manusia melalui ikan yang dimakan manusia atau air minum yang diolah dari perairan, kemudian terakumuliasi dalam tubuh dan dapat mengganggu metabolisme tubuh. Efek toksik fenol terhadap manusia dengan menyerang organ: ginjal, hati, limpa, pangkreas, paru-paru dan otak (Ollis et al., 1986). Usaha yang telah dilakukan untuk mengatasi polutan fenol di atas, antara lain: dengan adsorpsi dengan karbon aktif, oksidasi kimiawi, dan oksidasi secara biologi. Adsorbsi dengan karbon aktif hanya menyerap polutan tetapi tidak dapat menghilangkannya, oksidasi secara biologi digunakan terbatas dan berlangsung Bioteknologi 3 (2): 63-66, Nopember 2006, ISSN: 0216-6887 '2, ELRWHNF