PROS SEM NAS MASY BIODIV INDON Volume 5, Nomor 2, Juni 2019 ISSN: 2407-8050 Halaman: 324-329 DOI: 10.13057/psnmbi/m050232 Uji eradikasi Acasia crassicarpa di hutan gambut Eradication test of Acasia crassicarpa in peat forest MAWAZIN , DONA OCTAVIA Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan. Jl. Gunung Batu No.5, Bogor 16118, Jawa Barat. Tel.: +62-251-8633234, Fax.: +62-251-8638111 email: mawazin22@gmail.com; donasyifa@gmail.com Manuscript received: 26 Oktober 2018. Revision accepted: 4 Maret 2019. Abstrak. Mawazin, Octavia D. 2018. Uji eradikasi Acasia crassicarpa di hutan gambut. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 5: 324-329. Acacia crassicarpa (krasikarpa) merupakan jenis pohon cepat tumbuh yang menjadi jenis utama pembangunan HTI di lahan gambut yang memiliki potensi invasif. Uji eradikasi dilakukan pada tanaman krasikarpa yang sudah tumbuh secara liar masuk dalam kawasan hutan alam gambut KPH Tasik Besar Serkap yang kawasan hutannya berbatasan dengan hutan tanaman krasikarpa. Metode eradikasi dilakukan dengan tindakan pencabutan, pengupasan kulit, penebangan yang dilanjutkan dengan pengolesan tunggul dengan bahan aktif triklopir 4.8 g/L, serta penebangan tanpa pengolesan tunggul. Aplikasi eradikasi dilakukan pada awal musim kemarau yaitu bulan April untuk meminimalisir pertumbuhan cabang atau tunas baru dari pohon yang sudah ditebang. Teknik eradikasi pencabutan anakan krasikarpa dilakukan terhadap anakan yang memiliki diameter kurang dari 7 cm, diameter lebih dari 7 cm harus dilakukan teknik lain karena pencabutan menjadi tidak memungkinkan (tidak tercabut). Pada 6 bulan setelah aplikasi eradikasi didapat hasil efektifitas teknik eradikasi dalam mengendalikan krasikarpa yaitu masing-masing memiliki efektifitas 100%, 93.3% dan 73.3% untuk perlakuan eradikasi yang ditebang dan langsung dioles dengan bahan kimia; eradikasi dengan teknik pengupasan kulit; dan eradikasi yang hanya dilakukan dengan penebangan saja. Eradikasi A. crassicarpa dengan cara penebangan memiliki efektivitas paling rendah karena didapatkan hasil bahwa pohon yang ditebang kemudian ada yang bertunas kembali. Teknik eradikasi kombinasi fisik dan kimia (ditebang dan diolesi bahan aktif) menghasilkan eradikasi yang paling efektif karena semua unit perlakuan mati. Dari segi lama waktu untuk tiap unit perlakuan dibutuhkan waktu sekitar 10-15 menit, 6-8 menit, 4-5 menit, dan 2-3 menit masing-masing untuk perlakuan pengupasan kulit, penebangan dengan pengolesan, penebangan, dan cabut langsung. Dari hasil ini rekomendasi eradikasi krasikarpa dilakukan dengan teknik kombinasi penebangan dengan pengolesan. Kata kunci: Eradikasi, invasif, krasikarpa, pohon cepat tumbuh, rawa gambut Abstract. Mawazin, Octavia D. 2018. Eradication test of Acasia crassicarpa in peat forest. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 5: 324- 329. Acacia crassicarpa is classified as a fast-growing tree species which is the main species in building industrial plantations on peatlands which have an invasive potential. Eradication tests were carried out on A.crassicarpa plants that had grown wildly in the peat land natural forest areas which were located in Tasik Besar Serkap Forest Management Unit (FMU/ KPH) and bordered by A. crassicarpa industrial plantations. The eradication method was carried out by cutting plants, peeling bark, cutting bole followed by polishing stump with active ingredient of triclopyr 4.8 g/L, and cutting bole without polishing stump. The eradication application is carried out at the beginning of the dry season in April to minimize the growth of new branches or shoots from trees that have been cut down. The eradication technique of extracting the crassicarpa seedlings was carried out on tillers that had a diameter of less than 7 cm, and a diameter of more than 7 cm should be carried out by another technique because extraction would not be possible (unplugged). At 6 months after the eradication application was obtained the results of the effectiveness of eradication techniques in controlling A. crassicarpa were100%, 93.3%, and 73.3% respectively for eradication treatment which was cut down and immediately smeared with chemicals; eradication by skin stripping techniques; and eradication which was only done by logging. Eradication of A. crassicarpa by logging has the lowest effectiveness because some of the trees cut down will sprout again. The physical and chemical combination eradication techniques (cut down and smeared with active ingredients) produce the most effective eradication because all treatment units (trees) have died. In terms of the length of time for each treatment unit, it takes respectively around 10-15 minutes, 6-8 minutes, 4-5 minutes, and 2-3 minutes each for skin stripping treatment, felling with basting, felling, and direct removal. Based on the results of the study, it is recommended that the most effective application of A. crassicarpa eradication be carried out by a combination felling technique with basting. Keywords: Eradication, invasive species, Acacia crassicarpa, fast growing tree, peatland PENDAHULUAN Hutan lahan gambut di Indonesia tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Papua. Menurut data terakhir luas lahan gambut di Indonesia sekitar 14,905 juta ha (Ritung et al. 2011). Dari luasan tersebut sekitar 8,3 juta ha dikategorikan tidak terdegradasi dan masih berupa hutan alam primer dan sisanya sekitar 6,605 juta ha telah dibuka dan dimanfaatkan antara lain berupa hutan tanaman industri, perkebunan kelapa sawit, pertanian,