83 ANALISIS FAKTOR TENTANG KESEDIAAN LANSIA TINGGAL DI PANTI WERDHA (Factors Analyze About Willingness of Elderly to Stay in Elderly Folk Home) I Ketut Sudiana*, Retno Indarwati*, Diana Rachmania* ABSTRACT Introduction : Moving to the new house is not easy for the elderly, especially moving to the elderly folk home. A lot of elderly refuse to stay in the elderly folk home. Some conditions which make the elderly give their willingness to stay in the elderly hostels such as economic status, family condition, and self desire. But that factors are unclear until now. The aim of this study was to analyze factors related to willingness for elderly living in the elderly hostels. Method : Design used in this study was cross sectional. The population were all of the elderly live in elderly folk home Hargo Dedali Surabaya. Samples were taken using purposive sampling and there were 20 respondents. Data were collected using structured questionnaire and then analyzed using Spearman’s rho test and logistic regression test with level of significance α≤ 0.05. Result : Result showed that the dominant factor of willingness of elderly living in the eladerly folk home was self desire with level of significance ρ=0.02, followed by economic status (ρ=0.031) and than family condition (ρ=0.032). Analysis : It can be concluded that self desire was the major factor related to willingness of elderly living in the elderly folk home. Discussion : Further studies should be appraising how far the motivation appear from the elderly until they decided to live in the elderly folk home. Keyword : willingness of elderly, elderly folk home. *Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Kampus C Mulyorejo Surabaya. Telp/Fax: (031) 5913257, E-mail : ik.sudiana@yahoo.com PENDAHULUAN Rumah memiliki peran yang lebih daripada sekedar tempat berteduh. Rumah menjadi bagian terbesar dari aktivitas sehari- hari orang-orang lanjut usia (Lansia) setelah masa pensiun serta saat terjadi penurunan fungsi tubuh. Pindah ke sebuah rumah yang lain bukan hal yang mudah bagi Lansia. Pertanyaan timbul karena suatu kondisi, Lansia harus meninggalkan rumah mereka dan tinggal dalam suatu rumah tinggal bersama (dalam penelitian ini disebut sebagai panti werdha) (Perwitasari, 2007). Faktor yang menjadi penyebab keberadaan Lansia di panti werdha masih belum jelas. Banyak Lansia lebih memilih untuk tinggal di rumah sendiri daripada di panti werdha (Horner dan Boldy, 2008). Tidak ada Lansia yang ingin tinggal di panti werdha, mereka lebih memilih untuk berada di rumah sendiri atau bersama keluarga (Adib, 2008). Berdasarkan hasil survey yang dilakukan peneliti di panti werdha Hargo Dedali Surabaya, terdapat 36 Lansia yang tinggal dalam panti tersebut yang semuanya adalah Lansia perempuan. Sebanyak 7 dari 20 Lansia (35%) yang tinggal di panti werdha Hargo Dedali menyatakan tidak senang berada di panti dikarenakan ketidakcocokan dengan teman sekamar dan tidak pernah dijenguk keluarga. Sebanyak 6 dari 20 Lansia (30%) bersedia tinggal di panti Werdha Hargo Dedali Surabaya, bukan ke panti werdha yang lain karena panti werdha ini milik yayasan sehingga perawatannya lebih terjamin dan keadaan lingkungan yang bersih. Sedangkan 14 Lansia (60%) berada di panti werdha Hargo Dedali karena pasrah pada keputusan keluarga. Keseluruhan Lansia selalu mengikuti setiap kegiatan yang diadakan oleh panti werdha Hargo Dedali. Hurlock (1997) mengatakan bahwa beberapa kondisi yang mempengaruhi pilihan pola hidup bagi Lansia hingga akhirnya Lansia tinggal di lembaga