JSLK3 (1) 16-19
Jurnal Saintek Lahan Kering (2020)
International Standard of Serial Number 2622-1020
Hermania E. M Wogo, Martha C.W. Ndoen/JSLK 3 (1)16-19 16
Optimasi Volume Larutan Prekursor Natrium Silikat Hasil Pengolahan Abu Sekam Padi Terhadap
Kelenturan Plastik Komposit SilikaTerimobilisasi EDTA-Ag dan Kitosan
Hermania Em Wogo
a
, Martha C.W. Ndoen
b
Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, Kupang, NTT, Indonesia, email: mar29ndoen@gmail.com
Artikel Ini Telah Diseminarkan Pada Seminar Nasional Saintek Unimor 2019
Article Info Abstrak
Article history:
Received 23 Oktober 2019
Received in revised form 23 Mei 2020
Accepted 1 Juni 2020
Sekam padi merupakan salah satu sumber penghasil silika terbesar dan dapat dimanfaatkan menjadi natrium silikat yang kemudian
disintesis menjadi silika gel. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui volume optimum larutan prekursor natrium silikat hasil pengolahan
abu sekam padi terhadap kelenturan plastik komposit silika terimobilisasi EDTA-Ag dan kitosan. Silika yang digunakan berasal dari hasil
destruksi abu sekam padi menggunakan NaOH. Kandungan silika dalam abu sekam padi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
93,608%. Volume larutan natrium silikat yang digunakan adalah 10 mL, 30 mL dan 50 mL, sedangkan variasi kitosan yang digunakan
adalah 0,3 gram dan 0,7 gram. Hasil uji luas permukaan dengan metode titrasi menunjukkan bahwa keasaman permukaan silika
termobilisasi EDTA-Ag tertinggi yaitu pada volume natrium silikat 30 mL sebesar 3,4 mmol/g, sedangkan luas permukaan optimum yang
diperoleh dengan metode metilen biru yaitu 17,6113 m
2
/g untuk volume natrium silikat 30 mL pada waktu kontak 80 menit. Berdasarkan
hasil karakterisasi menggunakan FTIR, silika terimobilisasi EDTA-Ag yang disintesis mengandung gugus–OH dari silika gel (3444,63
cm
-1
), gugus Si-OH dari silika gel (1083,92 cm
-1
), gugus –CH2- (1384,79 cm
-1
) dan gugus –NHCOCH3 dari EDTA (1639,38 cm
-1
). Pada
uji mekanis untuk plastik dari komposit silika terimobilisasi EDTA-Ag dan kitosan, diperoleh persen elongasi tertinggi adalah pada variasi
kitosan 0,3 gram sebesar 27,5%.©2020 dipublikasikan oleh JSLK.
DOI:
https://doi.org/10.32938/slk.v3i1.1025
Keywords:
Silika
Kitosan
Imobilisasi
Plastik
Elongasi
1. Pendahuluan
Peran plastik dalam kehidupan masyarakat sehari-hari sangat besar. Hal ini
mengakibatkan penggunaan plastik di masyarakat semakin meningkat, seperti
digunakan sebagai pembungkus makanan, tempat makan dan minum, dan lain
sebagainya. Plastik digunakan karena memiliki keuntungan, yaitu ringan dan
ekonomis. Namun plastik memiliki bahaya dan sulit terdegradasi dilingkungan
karena pada dasarnya semua jenis plastik terbuat dari minyak bumi dengan
campuran berbagai bahan kimia yang beracun. Oleh karena itu, dikembangkan
plastik antibakteri dari polimer alami seperti silika gel.
Salah satu sumber silika adalah sekam padi yang merupakan hasil
penggilingan padi (sebesar 20% dari produksi padi), sedangkan jumlah abu
sekam adalah sebesar 18% dari jumlah sekam (Folleto dkk., 2006). Kandungan
silika yang terdapat dalam abu sekam padi adalah sebesar 89-97% (Kalapathy
dkk., 2002; Nuryono, 2004; Da Silva, 2009; Tambaru dkk., 2010). Kandungan
silika yang terdapat dalam abu sekam padi ini, dapat dimanfaatkan menjadi
natrium silikat (Na2SiO3) yang kemudian dapat disintesis menjadi silika gel.
Silika gel merupakan bentuk silika yang diperoleh melalui reaksi
penggumpalan sol natrium silikat (Na2SiO3). Silika gel dapat digunakan sebagai
adsorben karena mudah dimodifikasi dan diproduksi (Fahmiati dkk., 2004).
Kemampuan adsorpsi silika gel bergantung pada jumlah gugus –OH per satuan
luas adsorben (Oscik, 1982). Silika juga memiliki potensi untuk digunakan
sebagai agen anti bakteri.
Menurut Hyung dkk (2003), agen anti bakteri alami lain seperti kitosan dapat
digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan plastik. Kitosan memiliki gugus
fungsional amina (-NH2) yang bermuatan positif, sehingga mampu menarik
molekul asam amino bermuatan negatif pembentuk protein dalam mikroba.
Kitosan bersifat tahan air, tidak beracun dan terbukti dapat menghambat
pertumbuhan jamur, bakteri dan kapang sehingga berfungsi sebagai pengawet
(Prasetyo, 2004).
Wogo dkk (2017) berhasil mensintesis komposit silika gel terimobilisasi
EDTA-Ag dan kitosan dalam pembuatan plastik antibakteri yang mampu
membunuh bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus sebesar 99,99%,
namun plastik tersebut memiliki struktur yang cukup kaku, Oleh karena itu, pada
penelitian ini dilakukan variasi perlakuan untuk mengetahui penyebab struktur
plastik yang kaku tersebut dan optimasi volume larutan prekursor natrium silikat
dalam pembuatan plastik anti bakteri.
2. Metode
2.1 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam penelitian ini berupa peralatan gelas, ayakan 60
mesh, magnetic stirrer, cawan petri, Spektrofotometer UV-Vis dan
Spektrofotometer Fourier Transform Infra Red (FTIR).
Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini berupa sekam padi, HCl,
NaOH, CH3COOH, AgNO3, EDTA, metilen biru dan kitosan.
2.2 Prosedur Kerja
2.2.1 Preparasi Abu Sekam Padi
Sekam padi dibersihkan dari kotoran, dicuci, dibilas dan dikeringkan
pada suhu 110
o
C. Kemudian sekam padi disangrai hingga berwarna hitam
dan diabukan selama ±4 jam pada suhu 700
o
C. Sampel digerus dan diayak
menggunakan ayakan 60 mesh. Diambil 20 g abu sekam padi hasil ayakan
dan dicuci dengan 120 mL HCl 6 M dan diaduk selama 1 jam. Kemudian
dibilas kembali dengan akuades sampai pH netral dan dikeringkan pada suhu
110
o
C.
2.2.2 Pembuatan larutan Natrium Silikat
20 gram abu sekam padi dilarutkan dengan NaOH 2 M sebanyak 330
mL, dididihkan sambil diaduk hingga mengental dan didestruksi selama 30
menit pada suhu 500
o
C, ditambahkan akuades 200 mL dan didiamkan
semalam lalu disaring.
2.2.3 Pembuatan Silika Gel Terimobilisasi EDTA-Ag
Larutan natrium silikat dengan volume yang berbeda yakni 10, 30 dan
50 mL dimasukkan ke dalam wadah plastik, masing-masing ditambahkan 5
mL larutan EDTA 0,005 M dan 5 mL larutan AgNO3 0,005, dihomogenkan,
ditambahkan sedikit demi sedikit larutan HCl 3 M sambil diaduk hingga
terbentuk gel, didiamkan semalam, disaring dan dicuci dengan akuades
sampai netral (pH=7), dikeringkan pada suhu 110
o
C, digerus dan diayak
dengan menggunakan ayakan 60 mesh. Kemudian dikarakterisasi
menggunakan Spektrofotometer Fourier Transform Infra Red (FTIR).
2.2.4 Penentuan Keasaman
Sebanyak 0,5 gram silika gel terimobilisasi EDTA-Ag ditambahkan
25 mL NaOH 1 M yang telah dibakukan, diaduk selama 2 jam pada
temperatur kamar. Perlakuan yang sama juga dilakukan terhadap larutan
blanko yang mengandung 25 mL larutan NaOH 1 M yang telah dibakukan.
Campuran disaring dan residunya dibilas dengan akuades. Filtrat dan bilasan
ditambahkan 2 tetes indikator fenolftalein (PP) kemudian dititrasi dengan
larutan standar HCl 1 M yang sudah dibakukan.
Keasaman total dapat ditentukan dengan menggunakan rumus:
(
)=(
−
)
2.2.5 Penentuan Luas Permukaan Silika Gel Terimobilisasi EDTA-Ag
Larutan metilen biru 2 mg/L diukur absorbansinya pada panjang
gelombang 550-700 nm dengan spektrofotometer UV-Vis. Kemudian
ditentukan panjang gelombang maksimum dan dibuat kurva standar metilen
biru dengan konsentrasi 0; 1mg/L ; 1,5 mg/L ; 2 mg/L dan diukur
absorbansinya pada panjang gelombang maksimum. Dari data yang
diperoleh, dibuat kurva standar metilen biru (mg/L).0,1 g silika gel
terimobilisasi EDTA-Ag ditambahkan ke dalam 25 mL larutan metilen biru
20 mg/L,diaduk dengan waktu kontak 30 menit, 40 menit, 50 menit, 60
menit dan 70 menit, disaring dan diukur absorbansinya pada panjang
gelombang maksimum metilen biru.
Luas pemukaan silika gel terimobilisasi EDTA-Ag dihitung
menggunakan persamaan:
=
× ×
Dimana S adalah luas permukaan (m
2
/g), Xm adalah daya serap
optimum dari adsorben terhadap metilen biru (mg/g), N adalah bilangan
Avogadro (6,02 × 10
23
mol
-1
), A adalah luas permukaan 1 molekul metilen
biru (197 × 10
-20
m
2
/molekul) dan Mr adalah masa molekul relatif metilen
biru (319,86gram/mol). Penentuan nilai Xm dapat dihitung menggunakan
persamaan:
= ( − ) ×
Dimana Co adalah konsentrasi metilen biru awal (mg/L), Cs adalah
konsentrasi metilen biru akhir (mg/L), V adalah volume metilen biru yang
digunakan (L) dan m adalah berat sampel silika terimobilisasi EDTA-Ag (g).
2.2.6 Pembuatan Plastik Anti bakteri
Kitosan dengan variasi 0,3 dan 0,7 gram masing-masing dilarutkan
dalam 50 mL larutan CH3COOH 1% (v/v) dan diaduk selama 24 jam,
ditambahkan silika gel terimobilisasi EDTA-Ag hasil karakterisasi pada