Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol. 20 No.1 2020 e-issn : 2622-6960, p-issn : 0854-624X 110 Hubungan Kondisi Rumah Dengan Kejadian Penyakit TBC Paru Dikelurahan Baraya Kecamatan Bontoala Kota Makassar Andi Ruhban 1 Indah Dwi Lestary 2 ,A.AR.Rakhmansya 3 ¹²³ Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar ²Program Studi Radiologi Poltekkes Muhammadiyah Makassar ndahdwil@gmail.com ABSTRACT Tuberculosis is a disease that caused by Mycobacterium Tuberculosis infection. Generelly, after entering the body throught the respiratory cavity, this bacteria will go to the lungs but, not only in the lungs. such as kidney, spleen, bone, and brain. The purpose of this research is to know relationship between the incidence of lung Tuberculosis with various factors of home conditions, like disenty of dwellers, chamberization, ventilation, temperature, humidity, and lighting. The kind of research thas used is observational research with cross sectional approach with chi-square as for the ample in this research is 92 house. The results of this research indicate that there is a relationship with statistical tests using the chi-square test, the result are density of dwellers (p=0,000), ventilation (p=0,000), temperature (p=0,000), humidity (p=0,000), lighting (p=0,000). The conclution is three is a signifact relationship between density of dwellers, chamberization, ventilation, humidity, and lighting against, the incidence of lung Tuberculosis. The researcher suggested the importance of counseling about hazards and handling lung Tuberculosis regularly. Keyword : Home conditions, The incidence of lung tuberculosis ABSTRAK Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberkulosis. Umumnya setelah masuk ke dalam tubuh melalui rongga pernapasan, bakteri ini akan menuju ke paruparu.Tetapi bukan hanya di paruparu,bakteri ini juga dapat menuju organ tubuh lain,seperti ginjal, limpa, tulang dan otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Hubungan antara kejadian penyakit Tuberculosis paru dengan beberapa faktor kondisi rumah yaitu Kepadatan penghuni, Kamarisasi, Ventilasi, suhu, kelembaban, dan pencahayaan . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan Uji Chi-Square, adapun sampel dalam penelitian ini yaitu 65 rumah.Hasil dari penelitian ini didapatkan kepadatan penghuni yang memenuhi syarat dan menderita penyakit TBC paru yaitu 11 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 39 rumah, yang tidak menderita dan memenuhi syarat sebanyak 14 rumah dan yang tidak memenuhi syarat yaitu 1 rumah. Kamarisasi yang memenuhi syarat dan menderita sebanyak 12 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 38 rumah, yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 15 rumah dan tidak memenuhi syarat yaitu 0 rumah. Ventilasi yang memenuhi syarat dan menderita sebanyak 15 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 35, yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 14 rumah dan tidak memenuhi syarat yaitu 1 rumah. Suhu yang memenuhi syarat dan menderita sebanyak 15 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 35 rumah, yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 14 dan tidak memenuhi syarat yaitu 1 rumah. Kelembaban yang memenuhi syarat dan menderita sebanyak 22 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 28 rumah, yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 14 rumah dan tidak memenuhi syarat yaitu 1 rumah.Pencahayaan yang tidak memenuhi syarat dan menderita sebanyak 17 rumah dan tidak memenuhi syarat sebanyak 33 rumah yang tidak menderita dan memenuhi syarat yaitu 4 rumah dan tidak memenuhi syarat yaitu 11 rumah.Kesimpulan yang didapatkan yaitu ada hubungan yang signifikan antara TBC paru dengan Kepadatan penghuni, Kamarisasi, Ventilasi, Suhu,dan Kelembaban,Tidak ada hubungan anatara TBC paru dengan Pencahayaan terhadap kejadian penyakit Tuberculosis Paru . Maka itu disarankan untuk mengadakan penyuluhan tentang bahaya serta penanganan penyakit Tuberculosi Paru secara rutin. Kata kunci : Kondisi rumah, Kejadian penyakit TBC paru PENDAHULUAN Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberkulosis. Umumnya setelah masuk ke dalam tubuh melalui rongga pernapasan, bakteri ini akan menuju ke paruparu.Tetapi bukan hanya di paruparu,bakteri ini juga dapat menuju organ tubuh lain,seperti ginjal, limpa, tulang dan otak. Seseorang yang terinfeksi Tuberkulosis akan menimbulkan berbagai dampak di kehidupannya, baik secara fisik, mental, maupun sosial. Secara fisik, seseorang yang telah terinfeksi Tuberkulosis paru akan sering batuk, sesak nafas, nyeri dada, berat badan dan nafsu makan menurun, serta berkeringat di malam hari. Semua hal itu tentunya akan mengakibatkan seseorang tersebut menjadi lemah. Secara mental, seseorang yang telah terinfeksi Tuberkulosis umumnya akan merasakan berbagai ketakutan di dalam dirinya, seperti ketakutan akan kematian,pengobatan,efek samping dalam melakukan pengobatan,kehilangan pekerjaan, kemungkinan menularkan penyakit ke orang lain, serta ketakutan akan ditolak dan didiskriminasi oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. (Rusliana,2018) Laporan profil kesehatan Sulawesi Selatan tahun 2015 tercatat penderita TBC paru BTA positif terbanyak di kota Makassar sebesar 1.982 kasus. Peningkatan kejadian TBC paru di Makassar berhubungan dengan tingginya kepadatan