Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol. 18 No I 2018 e-issn : 2622-6960, p-issn : 0854-624X 74 ANALISIS KONSENTRASI KARBON MONOKSIDA (CO) DAN SULFUR DIOKSIDA (SO2) UDARA PADA SUMBER BERGERAK DI JALAN A.P PETTARANI DAN RAPOCCINI RAYA KOTA MAKASSAR Analysis Of Concentration Of Carbon Monoxide (Co) And Sulfur Dioxide (So2) Air In Moving Sources In Jalan A.P Pettarani And Rapoccini Raya Kota Makassar Andi Ruhban 1 dan Indah Rahmadana 2 1,2 Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar Indahrahmadana.Ir@gmail.com ABSTRACT Carbon monoxide is a colorless gas, odorless and tasteless. Sulfur dioxide is one species of sulfur oxide gases (SO2). This gas is very easily dissolved in water, has a smell but is colorless. The purpose of this research is to know the concentration of Carbon Monoxide and Sulfur Dioxide in the air at the source of moving on the road A. P. Pettarani and Rapoccini Raya Makassar city. This type of research is descriptive research by doing the measurement directly in the field. The results of the CO study were obtained on A.P. Pettarani (crossroads Urip Sumoharjo in the morning and afternoon is 5,725 ug / m3 and 18 580 ug / m3) and (crossroads Sultan Alauddin in the morning and afternoon is 5,325 ug / m3 and 11 623 ug / m3) while the results obtained in the road Rapoccini Kingdom (Crossroads South Veterans on the morning and afternoon is 6,184 ug / m3 and 5,640 ug / m3) and (crossroads APPettarani in the morning and afternoon is 6527 ug / m3 and 5,239 ug / m3). The results showed that the highest concentration of Carbon Monoxide was found in A.P. Pettarani Urip Sumoharjo crossroads in the afternoon. Results Monoxide (CO) in the morning and afternoon on A.P. Pettarani and road Rapoccini Raya Makassar, the highest yield in the afternoon streets A.P. Pettarani (crossroads urip Sumoharjo) amounted to 18 580 mg / Nm3, whereas the lowest yield in the afternoon streets Rapoccini Kingdom (crossroads Pettarani) of 5,239 mg / Nm3. still meets the conditions set by South Sulawesi Governor Regulation Number 69 of 2010 Concerning Air Quality Standards and Criteria for Environmental Damage, for Carbon Monoxide to the standard 30,000 mg / Nm3. Keywords: Carbon Monoxide and Sulfur Dioxide ABSTRAK Karbon monoksida adalah gas yang tak berwarna, tidak berbau dan juga tidak berasa. Sulfur dioksida adalah salah satu spesies dari gas-gas oksida sulfur (SO2). Gas ini sangat mudah terlarut dalam air, memiliki bau namun tidak berwarna. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengatahui Konsentrasi Karbon Monoksida dan Sulfur Dioksida di udara pada sumber bergerak di jalan A. P. Pettarani dan Rapoccini Raya kota Makassar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriftif dengan melakukan pengukuran secara langsung di lapangan. Hasil penelitian CO diperoleh di jalan A.P. Pettarani (Persimpangan jalan Urip Sumoharjo pada pagi dan sore yaitu 5.725 μg/m 3 dan 18.580 μg/m 3 ) dan (Persimpangan jalan Sultan Alauddin pada pagi dan sore yaitu 5.325 μg/m 3 dan 11.623 μg/m 3 ) sedangkan hasil yang diperoleh di jalan Rapoccini Raya (Persimpangan jalan Veteran Selatan pada pagi dan sore yaitu 6.184 μg/m 3 dan 5.640 μg/m 3 ) dan (Persimpangan jalan A.P.Pettarani pada pagi dan sore yaitu 6.527 μg/m 3 dan 5.239 μg/m 3 ). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Karbon Monoksida tertinggi terdapat pada jalan A.P. Pettarani Persimpangan jalan Urip Sumoharjo pada sore. Hasil penelitian SO2 disemua lokasi diperoleh nihil (memenuhi syarat). Konsentrasi Karbon Monoksida (CO) pada pagi dan sore hari dijalan A.P. Pettarani dan jalan Rapoccini Raya Kota Makassar, hasil tertinggi pada sore hari dijalan A.P. Pettarani (persimpangan jalan urip sumoharjo) sebesar 18.580 μg/Nm3, sedangkan hasil terendah pada sore hari dijalan Rapoccini Raya (persimpangan jalan pettarani) sebesar 5.239 μg/Nm3. masih memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomer 69 Tahun 2010 Tentang Baku Mutu Udara Dan Kriteria Kerusakan Lingkungan Hidup, untuk Karbon Monoksida dengan standar 30.000 μg/Nm3. Kata kunci : Karbon Monoksida dan Sulfur Dioksida PENDAHULUAN Pada dasarnya penyebab polusi udara serupa dengan polusi air. Pencemaran udara ialah jika udara di atmosfer di campur dengan zat atau radiasi yang berpengaruh jelek terhadap organisme hidup. Pencemaran udara erat kaitannya dengan segala aktivitas manusia, dimana manusia senantiasa mengolah kekayaan alam yang ada tanpa memperhatikan dampak yang disubsidi terhadap lingkungan. (Sastrawijaya, 1991). Di samping itu pencemaran udara di pengaruhi oleh pembangunan yang berkembang pesat dewasa ini, khususnya dalam bidang industri dan teknologi serta meningkatkan jumlah kendaraan bermotor yang menggunakan kendaraan bermotor dan yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak) menyebabkan udara yang kita hirup disekitar menjadi tercemar oleh gabungan hasil pembakaran. (Wardhana, 2001). Sumber utama pencemaran Karbon Monoksida (CO) dan Sulfur Dioksida (SO 2 ) berasal dari kendaraan bermotor. Di Amerika pada tahun 1969 diperkirakan sebagian besar kendaraan bermotor yang menghasilkan 97 ribu ton gas Karbon Monoksida (CO) yang merupakan 65% dari seluruh Karbon Monoksida (CO) buatan manusia. Dengan demikian maka 60% gas Karbon Monoksida (CO) ditemukan di kota-kota besar dan wilayah perkotaan. (Mukono, 1997).