75 Instrumen Pengendalian Harga Beras di Indonesia: Waktu Efektif yang Dibutuhkan Desi Aryani Instrumen Pengendalian Harga Beras di Indonesia: Waktu Efektif yang Dibutuhkan Rice Price Control Instrument in Indonesia: Efective Time Required Desi Aryani Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya Jalan Raya Palembang-Prabumulih Km.32 Indralaya 30662, Sumatera Selatan, Indonesia Email: desiaryaniz@yahoo.com Diterima: 8 Maret 2021 Revisi: 16 Juni 2021 Disetujui: 3 Agustus 2021 ABSTRAK Beras merupakan salah satu komoditas utama penyumbang infasi. Stabilitas harga beras selalu berusaha dijaga pemerintah supaya berada sampai batas tertentu yang menguntungkan petani dan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis selang waktu efektif yang dibutuhkan untuk pengendalian harga beras di Indonesia serta mengkaji kebijakan stabilisasi harga beras dengan pendekatan Tinbergen Framework. Penelitian menggunakan data sekunder Time Series dengan alat analisis distributed lag model. Hasil analisis menunjukkan pada variabel HPP beras tidak diperlukan selang waktu, HPP beras pada periode t sudah efektif berpengaruh secara langsung pada harga beras konsumen. Variabel operasi pasar tidak efektif pada lag berapapun. Variabel impor beras akan berpengaruh menurunkan harga beras konsumen pada lag 6. Pemetaan berdasarkan Tinbergen Framework, exogenous variables terdiri dari: policy instruments (HPP Beras, Operasi Pasar, Impor Beras); constraints (ketepatan waktu pelaksanaan, ketepatan volume, kualitas beras, perilaku anti persaingan dari pedagang beras); dan factors beyond control (cuaca ekstrem, infrastruktur rusak). Endogenous variables berupa: goals for target variables (stabilitas harga beras konsumen); dan side efects (menekan infasi, stabilitas harga di tingkat produsen, terpenuhinya stok sebagai CBP di gudang BULOG, konsumen mendapatkan beras yang berkualitas dengan harga sesuai). kata kunci: stabilitas harga beras; Tinbergen Framework; HPP beras; operasi pasar; impor beras. ABSTRACT Rice is one of the main commodities contributing to infation. The government always tries to maintain rice price stability at a certain level that benefts both farmers and consumers. This study aimed to analyze the efective time lag needed to control rice prices in Indonesia and to examine rice price stabilization policies with the Tinbergen Framework approach. The study used time series secondary data with distributed lag model analysis tools. The results showed that there was no time lag for the rice HPP variable afecting consumer price. Rice HPP in period t had been efective in infuencing consumer’s rice price directly. The market operation variable was not efective at any lag. Rice import variable would reduce consumer rice prices at lag 6. Mapping based on Tinbergen Framework, exogenous variables consisted of policy instruments (Rice HPP, Market Operation, Rice Import); constraints (timeliness of implementation, volume accuracy, rice quality, anti-competitive behavior of rice traders); and factors beyond control (extreme weather, damaged infrastructure). Endogenous variables included goals for target variables (stability of consumer rice prices); and side efects (suppressing infation, stability of producer prices, the fulfllment of stocks as CBP in BULOG’s warehouses, consumers acquaire a good quality rice at appropriate prices). keywords: rice price stability; Tinbergen Framework; rice HPP; market operations; rice imports I. PENDAHULUAN S tabilitas dan tingkat harga beras akan memengaruhi aksesibilitas masyarakat terhadap pangan beras. Bahan pangan perlu selalu tersedia dalam jumlah yang cukup, mutu yang layak dan secara medis aman dikonsumsi. Ketersediaan bahan pangan pokok terutama beras dipengaruhi oleh besarnya produksi padi atau beras di suatu daerah. Di Indonesia, produksi beras terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data BPS, tahun 2020 produksi padi Indonesia mencapai 54,65 juta ton