SIMULASI NUMERIK SISTEM PANAS BUMI BITTUANG KABUPATEN TANATORAJA, SULAWESI SELATAN Oleh: Dikdik Risdianto, Dudi Hermawan, Dedi Kusnadi, Muhammad Kholid, dan Yuano Rezky Pusat Sumber Daya Geologi Jalan Soekarno-Hatta No.444, Bandung MAKALAH ILMIAH Buletin Sumber Daya Geologi Volume 8 Nomor 3 - 2013 110 SARI Simulasi numerik di daerah panas bumi Bittuang menggunakan program simulator TOUGH2 dengan Equation of State (EOS1), satu fasa, disusun berdasarkan konseptual model hasil survey geologi, geokimia, geofisika (3-G) dan pengeboran landaian suhu sumur BTG-1. Parameter yang digunakan antara lain permeabilitas, porositas, konduktivitas panas serta kapasitas panas batuan. Susunan penyebaran litologi secara lateral dan vertikal berdasarkan grid blok serta tersusun menjadi beberapa lapisan mendekati model konseptual. Kondisi inisial dan batas kondisi diberikan berdasarkan data-data yang tersedia. Hasil simulasi yang didapatkan setelah mengalami proses uji coba beberapa kali dengan merubah beberapa parameter simulasi dan hasil yang paling baik dikalibrasi dengan hasil pengukuran temperatur sumur pengeboran landaian suhu BTG-1 serta kemunculan manifestasi permukaan. Mengingat keterbatasan data yang dimiliki, hasil simulasi ini merupakan proses inisial (permulaan) simulasi untuk sistem panas bumi Bittuang dan masih harus dilakukan update berdasarkan data lanjutan. Kata kunci: Bittuang, kondisi inisial, kondisi natural, panas bumi, simulasi numerik. ABSTRACT Numerical simulations in Bittuang geothermal area use TOUGH2 simulator program with Equation of State 1 (EOS-1), single phase, and based on a conceptual model of geological, geochemical, geophysical surveys (3 - G) result and also the temperature slope drilling wells BTG–1. The parameters that involved in calculation are permeability, porosity, thermal conductivity and specific heat capacity. Lithology of area is spread laterally and vertically based on grid of blocks and arrayed into several layers similar to the conceptual model. Initial condition and boundary are given based on the data available. Simulation results are obtained after a process of testing several times by changing some parameters of the simulation and the best results with a calibrated by measured temperature of gradient thermal drilling wells BTG-1 and also by the presence of the surface manifestations. Due to the limitation of the data especially deep drilling data, the results of simulation is needed to be updated by advanced data. Keywords: Bittuang, initial condition, natural state, geothermal, numeric simulation. PENDAHULUAN Salah satu tujuan dari simulasi numerik sistem panas bumi adalah menguji kemungkinan keberadaan suatu sistem panas bumi yang terbentuk dalam suatu konseptual model. Hal ini sangat penting dilakukan terutama pada suatu daerah panas bumi yang masih belum dieksploitasi (natural state) dan masih belum banyak memiliki data bawah permukaan yang lengkap (pengeboran eksplorasi).