Linears : jurnal ilmu arsitektur issn 2614-3976 91 ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN WILAYAH PESISIR DI KABUPATEN MAMUJU TENGAH Nurhikmah Paddiyatu Dosen Prodi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar nurhikmah@unismuh.ac.id ABSTRAK Laju pertumbuhan penduduk dan pesatnya pembangunan di wilayah pesisir menyebabkan meningkatnya tekanan terhadap ekosistem pesisir. Ketidakmampuan mengelola secara berkelanjutan tersebut antara lain dipicu oleh kurang diperhatikannya prinsip-prinsip pembangunan terpadu dan berkelanjutan dalam kegiatan pemanfaatan sumberdaya pesisir. Dengan realita permasalahan pesisir yang demikian maka diperlukan analisis tingkat kerusakan wilayah pesisir sebagai langkah awal mewujudkan kelestarian dan keberlanjutan wilayah pesisir kabupaten Mamuju Tengah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan kawasan prioritas penanganan wilayah pesisir khususnya kawasan yang memiliki ekosistem mangrove serta sebagai referensi untuk program-program pengembangan wilayah pesisir kabupaten Mamuju Tengah. Selain itu, mengidentifikasi tingkat kerusakan wilayah pesisir Kabupaten Mamuju Tengah sebagai dasar dan referensi menentukan wilayah pesisir yang menjadi prioritas penanganan. Adapun metode analisis yang digunakan yaitu, analisis regression, analisis IPA (Importance Performance Analysis) serta analisis SWOT dimana dari analisis ini diperoleh strategi penanganan pada wilayah prioritas. Kata Kunci: Mamuju Tengah, Tingkat Kerusakan, Wilayah Pesisir ABSTRACT The rate growth of population and the rapidly developing in coastal areas has led to increasing pressure on coastal ecosystems. The inability to manage sustainably is triggered by the lack of attention to the principles of integrated and sustainable development in the activities of coastal resource utilization. With the reality of such coastal problems, it is necessary to analyze the level of damage to coastal areas as a first step to realize the conservation and sustainability of the coastal areas of Central Mamuju Regency. Therefore, this study aims to determine the priority areas of handling coastal areas, especially those that have mangrove ecosystems and as a reference for development programs in the coastal areas of Central Mamuju Regency. In addition, identifying the extent of damage to the coastal areas of Central Mamuju Regency as a basis and reference to determine the coastal areas that are the priority of treatment. The analytical methods used are regression analysis, IPA (Importance Performance Analysis) and SWOT analysis, which is from this analysis obtained strategies of handling in priority areas. Keywords: Mamuju Tengah, Level of damage, Coastal areas PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri atas 13.466 pulau, dengan garis pantai sepanjang 81.000 km. Luas laut Indonesia sekitar 3,1 juta km 2 yang terdiri atas 0.8 km 2 perairan teritorial, dan 2,3 juta km 2 perairan nusantara. Dahuri et al. (1996) mendefinisikan wilayah pesisir sebagai suatu wilayah perairan antara daratan dan lautan dimana ke arah darat adalah jarak secara arbiter dan rata-rata pasang tertinggi dan batas ke arah laut adalah yurisdiksi wilayah propinsi atau state di suatu Negara. Kawasan pesisir merupakan wilayah peralihan antara daratan dan perairan laut. Secara fisiologi didefinisikan sebagai wilayah antara garis pantai hingga ke arah daratan yang masih dipengaruhi pasang surut air laut, dengan lebar yang ditentukan oleh kelandaian pantai dan dasar laut, serta dibentuk oleh endapan lempung hingga pasir yang bersifat lepas dan kadang materinya berupa kerikil.