Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol. 8, No. 2, April 2022 p-ISSN : 2442-9511, e-2656-5862 DOI: 10.36312/jime.v8i2.3278/http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JIME 1632 | Implementasi Shuttle Run Untuk Meningkatkan Aspek Kelincahan Bagi Siswa Di Uptd Sdn Karanganyar 2 Modung Bangkalan (M Rosihandika) Implementasi Shuttle Run Untuk Meningkatkan Aspek Kelincahan Bagi Siswa Di Uptd Sdn Karanganyar 2 Modung Bangkalan M Rosihandika 1 , Heni Yuli Handayani 2 , Fajar Hidayatullah 3 123 Pendidikan Olahraga, STKIP PGRI Bangkalan Article Info ABSTRAK Article history: Accepted: 23 April 2022 Publish: 27 April 2022 Ada beberapa pengaruh yang akan menurunkan kelincahan yaitu bentuk badan, umur, bobot badan, jenis kelamin, dan mudah letih. Latihan shuttle run merupakan bentuk latihan kelincahan yang bertumpu pada gerakan cepat yang dilakukan dengan cara bolak balik. Tujuan shuttle run untuk melatih mengubah gerak tubuh arah lurus, dengan teknik pengumpulam data menggunakan tes dan latihan, instrumen yang digunakan adalah shuttle run untuk mengukur kelincahan siswa di UPTD SDN KARANGANYAR 2. Pelaksanaan penelitian dilakukan oleh siswa kelas V yang berjumlah 20 siswa. Penelitian ini menggunakan instrumen shuttle run untuk mengukur kelincahan yang dimiliki oleh setiap siswa. Pengukuran ini dilaksanakan dengan 1 kali test dan sebelum pelaksaan tersebut siswa di berikan perlakuan berupa lari ziz zag untuk meningkatkan sebuah kelinchan bagi siswa tersebut.Pelaksanaan penelitian ini dilakukan oleh siswa kelas V siswa di UPTD SD NEGERI Karanganyar 2 modung bangkalan. Hasil yang diperoleh peneliti rata-rata berada pada skala baik dan kurang. Berdasarkan hasil penelitian uji t berupa paired sample test menunjukkan bahwa nilai signifikan sebesar 0.000, berarti kurang dari 0.05, maka H0 di tolak. Hal ini menunjukkan bahwasannya hasil pemberian pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan metode latihan.tidak sama, dengan demikian dapat dikatakan bahwasannya ada perbedaan yangsignifikan antara sebelum dan sesudah pemberian latihan kepada siswa. Keywords: Implementasi, Shuttle run, Kelincahan, Article Info Abstract Article history: Diterima: 23 April 2022 Terbit: 27 April 2022 There are several influences that will reduce agility, namely body shape, age, body weight and gender, and easily tired. The shuttle run exercise is a form of agility training that relies on fast movements performed back and forth. The purpose of the shuttle run is to practice changing body movements in a straight direction, with data collection techniques using tests and exercises, the instrument used is the shuttle run to measure student agility at UPTD SDN KARANGANYAR 2. The implementation of this research was carried out by class V students, totaling 20 students. This study uses a shuttle run instrument to measure the agility of each student. This measurement was carried out with 1 test and before the implementation the students were given treatment in the form of running ziz zag to improve agility for these students. The results obtained by researchers on average are on a good and poor scale. Based on the results of the research, the results of the t-test in the form of a paired sample test show that the significant value is 0.000, meaning less than 0.05, then H0 is rejected. This shows that the results of providing learning before and after using the training method are not the same, thus it can be said that there is a significant difference between before and after giving training to students. This is an open access article under the Lisensi Creative Commons Atribusi- BerbagiSerupa 4.0 Internasional Corresponding Author: M. Rosihandika STKIP PGRI Bangkalan Email: rosihandika.bb1@gmail.com