Jurnal Sipil Statik Vol.8 No.3 Mei 2020 (431-442) ISSN: 2337-6732 431 PERENCANAAN SISTEM JARINGAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DI KELURAHAN BANJER LING.V KECAMATAN TIKALA Chrisye F. Y. Dimara Cindy J. Supit, M. I. Jasin Fakultas Teknik, Jurusan Sipil, Universitas Sam Ratulangi Manado email: chrisyedimara@gmail.com ABSTRAK Kelurahan Banjer Linkungan V belum memiliki sistem jaringan air limbah dan Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL). Air limbah domestik di Kelurahan ini langsung dibuang ke saluran drainase, sungai, bahkan mengalir di pekarangan dan jalan. Kondisi ini sangat merusak estetika, gangguan terhadap kehidupan biotik, dan media penyebaran penyakit yang berakibat pada menurunnya tingkat kesehatan penduduk. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dibuat perencanaan sistem pengolahan air limbah domestik agar dapat mengatasi permasalahan lingkungan. Perencanaan ini dilakukan melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Dari peta topografi dan layout eksisting didapatkan arah-arah aliran sesuai dengan kontur. Selanjutnya, data jumlah rumah dan sektor lainnya digunakan untuk menghitung pemakaian air dan debit air limbah yang akan melewati setiap saluran untuk mendapatkan diameter saluran dan kemiringan. Perhitungan debit puncak dilakukan untuk menentukan dimensi bak pengolahan air limbah. Dari hasil perencanaan didapatkan metode yang dipakai dalam SPAL ini adalah sistem terpusat (Off Site System) yang dialirkan secara gravitasi. Sistem ini melayani 3974 orang atau 575 bangunan. Jenis saluran yang digunakan adalah saluran bulat lingkaran dengan berbagai variasi ukuran penampang yang mengalirkan air limbah sebesar 476,880 liter/hari. Proses pengolahan air limbah menggunakan proses Biofilter Anaerob-Aerob. Ukuran bak Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) 18 m x 5,4 m. Kata kunci: Kelurahan Banjer Linkungan V, air limbah domestik, dan SPAL PENDAHULUAN Latar belakang Air limbah domestik merupakan air yang berasal dari kegiatan hunian, seperti rumah tinggal, hotel, sekolah, kampus, perkantoran, pertokoan, pasar dan fasilitas-fasilitas pelayanan umum. Meningkatnya aktivitas perkotaan seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat dan tingginya laju pertumbuhan penduduk akan semakin terasa dampaknya terhadap lingkungan. Apabila jumlah air limbah yang dibuang berlebihan, melebihi dari kemampuan alam untuk menerimanya maka akan terjadi kerusakan lingkungan. Lingkungan yang rusak akan menyebabkan menurunnya tingkat kesehatan manusia yang tinggal pada lingkungannya itu sendiri. Kesadaran masyarakat mengenai kesehatan lingkungan sangat diperlukan karena masyarakat memiliki potensi terbesar dalam membuang air limbah ke lingkungannya sehingga perlu adanya penanganan air limbah yang lebih seksama dan terpadu. Warga di Kelurahan Banjer Lingkungan V masih membuang air limbah rumah tangga di saluran drainase sehingga ada beberapa warga yang mengeluhkan terjadinya pencemaran air tanah pada sumur mereka. Terlebih pada daerah pasar tradisional di Banjer Linkungan V. Kondisi ini dapat merusak lingkungan sungai yang berakibat pada menurunnya tingkat kesehatan penduduk. Rumusan Masalah Kelurahan Banjer Lingkungan V masih membuang air limbah di drainase dan mengakibatkan pencemaran air tanah. Maka, dibuat perencanaan sistem jaringan air khusus air limbah dan dialiri ke sistem pengolahan air limbah. Batasan Masalah Penelitian ini dibatasi pada: Lokasi yang ditinjau adalah Kelurahan Banjer Lingkungan V Kota Manado. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by JURNAL SIPIL STATIK