ISSN 2685-0605 Journal of The Civil Engineering Student Vol. 3. No. 2, Agustus 2021, Halaman 141-147 141 Penanganan Degradasi Dasar Sungai Krueng Jantho dengan Perencanaan Groundsill Marini Bravikawati 1 Eldina Fatimah 2 Ziana 3 1 Mahasiswa, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh 23111, Indonesia 2,3 Jurusan Teknik Sipil, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh 23111, Indonesia. Email: marinibrafikawati@gmail.com Abstract Krueng Jantho river has an important role in the utilization of water resources, watershed conservation, and control of water damage. Dredging of river material has resulted in damage to the ecological factors of the Krueng Jantho river, specifically the degradation of the riverbed which can trigger the collapse of river banks and bridge pillars. The location under review is located in Alue Gintung Village, Seulimuem District, Aceh Besar Regency. Data and maps collected are watershed maps, river discharge data from the Krueng Aceh water level measurement post (AWLR), and topographical and river cross-section data. The method of calculating the generation of discharge data is used the Markov Chain method, the analysis of flood discharge plans using the Pearson Log type III distribution method, and the groundsill building planning for river bottom management and security. The groundsill building for the 25 yearly discharge is planned to be 80.00 m wide, groundsill 1,00 m high and 4.00 m thick groundsill lighthouse. Keywords: river, degradation, arrangement, groundsill. . Abstrak Sungai Krueng Jantho mempunyai peranan penting dalam pemanfaatan sumber daya air, konservasi DAS, dan pengendalian daya rusak air. Pengerukan material sungai telah berdampak pada rusaknya faktor ekologi sungai Krueng Jantho, khususnya degradasi dasar sungai yang dapat memicu runtuhnya tebing sungai dan pilar jembatan. Tujuan studi ini adalah untuk mengkaji dan merencanakan bangunan pengaturan sungai Krueng Jantho. Lokasi yang ditinjau terletak di Desa Alue Gintung Kecamatan Seulimuem Kabupaten Aceh Besar . Data dan peta yang dikumpulkan adalah peta daerah aliran sungai, data debit sungai dari pos pengukuran muka air (AWLR) Krueng Aceh, dan data topografi serta penampang sungai. Metode perhitungan pembangkitan data debit digunakan metode Markov Chain, analisis debit banjir rencana menggunakan metode distribusi Log Pearson tipe III, dan perencanaan bangunan groundsill untuk pengaturan dan pengamanan dasar sungai. Bangunan groundsill untuk debit 25 tahunan direncanakan dengan lebar groundsill 80,00 m, tinggi groundsill 1,00 m dan tebal mercu groundsill 4,00 m. Kata kunci : sungai, degradasi, pengaturan, groundsill. 1. Pendahuluan Sungai Krueng Jantho, yang terletak di bagian hulu DAS (Daerah Aliran Sungai), merupakan salah satu anak sungai Krueng Aceh yang mempunyai peranan penting dalam kegiatan pemanfaatan sumber daya air, konservasi DAS, dan juga pengendalian daya rusak air. Meningkatnya pendayagunaan sumber daya air terutama dalam menunjang pembangunan infrastruktur, telah berdampak terhadap kondisi dan sumber daya sungai Krueng Jantho, terutama berupa pengerukan material sungai. Aktivitas pengerukan material sungai yang dilakukan telah memberikan dampak terhadap DAS Krueng Aceh, khususnya Krueng Jantho. Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan ini adalah degradasi dasar sungai Krueng Jantho yang dapat memicu runtuhnya tebing sungai dan pilar jembatan, karena terjadinya perubahan morfologi sungai dan meningkatnya kecepatan aliran sungai. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengkaji dan merencanakan bangunan perbaikan sungai dan pengamanan tebing sungai Krueng Jantho. Lokasi yang ditinjau terletak di Desa Alue Gintung Kecamatan Seulimuem Kabupaten Aceh Besar. Lokasi ini dipilih dikarenakan pada bagian sungai tersebut terdapat Jembatan Alue Gintung, dimana di bagian hulu dan hilir jembatan adanya kegiatan pengambilan material sungai berupa pasir dan kerikil yang cukup massif. Lokasi tersebut juga merupakan daerah yang rawan terjadinya gerusan pada sungai apabila terjadi debit yang cukup besar. Alternatif upaya penanganan yang direncanakan dalam studi ini adalah berupa pembuatan bangunan ambang (groundsill) untuk pengamanan dasar sungai di hulu dan hilir jembatan untuk pengamanan tebing dan sempadan sungai. Metodologi dan ruang lingkup studi ini adalah pengumpulan data untuk perencanaan pengaturan sungai, yang meliputi: peta daerah aliran sungai, data debit sungai dari pos pengukuran muka air (AWLR)