Hermeneutik: Jurnal Ilmu Al Qur’an dan Tafsir issn 2354-6204 eissn 2549-4546 Tersedia online di: journal.stainkudus.ac.id/index.php/Hermeneutik DOI: 10.1234/hermeneutik.v12i1.6022 PENELUSURAN MAKNA TAQWA, DZIKR, DAN FALAH (Kajian Semantik dengan Pendekatan Teori Toshihiko Izutsu) Ahmad Fatah Jurusan Tarbiyah, IAIN Kudus, Indonesia ahmadfatah@stainkudus.ac.id Abstrak Kajian ini merupakan kajian semantik terhadap kata taqwa, dzikir dan falah. Yang dimaksud semantik oleh Izutsu adalah suatu kajian analitis atas istilah-istilah kunci dari sutu bahasa dengan maksud untuk menangkap secara konseptual pandangan dunia (weltanschauung) dari orang-orang yang menggunakan bahasa itu sebagai alat tidak hanya dalam berbicara dan berpikir, namun lebih penting lagi dalam menangkap dengan pikiran dan menerjemahkan dunia yang mengelilinginya. Jadi, dengan menerapkan analisis semantik ini atas al Qur`an orang ingin menangkap pandangan dunia kitab ini, yakni bagaimana dunia Wujud, dibangun, apa unsur-unsurnya, dan bagaimana satu unsur dihubungkan dengan yang lain. Dengan demikian metode kajian ini adalah metode analisis semantik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami secara komprehensif makna dasar dan makna korelasional taqwa, dzikir dan falah. Taqwa merupakan manifestasi dari nilai-nilai luhur yang berkisar pada empat hal; pertama, keimanan yang sejati dan murni; kedua, kesiapan untuk memancarkan keimanan tersebut ke luar dalam bentuk tindakan kemanusiaan kepada sesama; ketiga, kesiapan untuk menjadi bagian masyarakat yang baik, yang mendukung sendi-sendi kehidupan kemasyarakatan; keempat, keteguhan jiwa dalam menghadapi setiap kondisi dan situasi. Dengan kata lain, kesadaran akan kehadiran Tuhan dalam hidup ini mendorong kita untuk menempuh jalan hidup sesuai garis-garis yang diridlaiNya dan sesuai dengan ketentuanNya.