Webinar Dewan Profesor Universitas Sebelas Maret (WDPUNS 2021) SHEs: Conference Series 4 (4) (2021) 194 202 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Tolerance in a Plural Society: Revealing The Humility of The Sampetan Village Community Waterman Sulistyana Bargawa 1 , Eko Kurniawan Wibowo 2 , Muhammad Tri Aditya 3 UPN Veteran Yogyakarta 1,3 , Padepokan Kesederhanaan 2 , Yogyakarta, Indonesia waterman.sb@upnyk.ac.id, ekoposmo77@gmail.com, muhammadtriaditya@gmail.com Article History accepted 23/03/2021 approved 10/04/2021 published 20/04/2021 Abstract The diversity of race, religion, ethnicity, art and culture in a nation is a potential for intolerance in the form of conflicts with nuances of diversity. In fact, diversity creates the value of local wisdom in the sense of diversity. The motto puts tolerance in a strategic domain. Incomplete understanding of religion and radical attitudes that are developing globally make tolerance difficult to materialize. Various studies on the development of a tolerance model have been carried out, but this model is only based on religious, educational, and cultural perspectives. Philosopische grondslag in this study is used to expose community harmony to solve problems of intolerance and radicalism. This study used a qualitative approach, beginning with collecting information from literature studies, collecting data using observation techniques, interviews, as well as documentation, reduction, presentation, and drawing conclusions or data verification. The objectives of this study are (a) to examine the praxis of tolerance based on the philosopische grondslag that has been applied in society, (b) to develop a tolerance model to prevent intolerance and religious deradicalization based on practice to increase peace in society. The results of the study found the values of the Pancasila philosopische grondslag as a habit adopted by a pluralistic society. The case study of the implementation of philosopische grondslag in Sampetan village Boyolali is manifested in the spirit of tolerance and working together to avoid anarchism and radicalism. All of these aspects are the basis for increasing order in society in general. Keywords: diversity, tolerance, Philosopische Grondslag, radicalism, Pancasila Abstrak Keberagaman ras, agama, suku, seni dan budaya dalam suatu bangsa menjadi potensi intoleransi berupa konflik bernuansa keberagaman. Sebenarnya keberagaman melahirkan nilai kearifan lokal dalam makna bhinneka tunggal ika. Semboyan tersebut menempatkan toleransi pada ranah yang strategis. Pemahaman agama yang tidak menyeluruh dan sikap radikal yang berkembang secara global menyebabkan toleransi sulit untuk terwujud. Berbagai penelitian tentang pengembangan model toleransi banyak dilakukan, tetapi model tersebut hanya berdasarkan perspektif agama, pendidikan, dan budaya. Philosopische grondslag pada penelitian ini digunakan untuk mendedah kerukunan masyarakat untuk memecahkan masalah intoleransi dan radikalisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, diawali dengan mengumpulkan informasi dari studi literatur, pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Tujuan dari penelitian ini yaitu (a) mengkaji praksis toleransi berdasarkan philosopische grondslag yang telah diterapkan dalam masyarakat, (b) mengembangkan model toleransi untuk mencegah intoleransi dan deradikalisasi agama secara based practice untuk meningkatkan ketentraman pada masyarakat. Hasil penelitian menemukan nilai-nilai philosopische grondslag Pancasila sebagai kebiasaan yang diterapkan oleh masyarakat majemuk. Studi kasus implementasi philosopische grondslag di desa Sampetan Boyolali terwujud dalam semangat toleransi dan bekerjasama bersatu-padu untuk menghindarkan sikap anarkisme dan radikalisme. Semua aspek tersebut merupakan dasar untuk meningkatkan ketentraman dalam masyarakat secara umum. Kata kunci : keberagaman, toleransi, radikalisme, Philosopische Grondslag, Pancasila Social, Humanities, and Education Studies (SHEs): Conference Series https://jurnal.uns.ac.id/shes p-ISSN 2620-9284 e-ISSN 2620-9292