Balinese Language on the Street…
©2022, Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 11(1) | 120
BALINESE LANGUAGE ON THE STREET SIGNS IN SINGARAJA TOWN, BALI:
A LINGUISTIC LANDSCAPE ANALYSIS
Bahasa Bali Pada Rambu Jalan di Kota Singaraja, Bali: Sebuah Analisis Linguistik Lanskap
I Made Suta Paramarta
Universitas Pendidikan Ganesha
Jalan Ahmad Yani No. 67, Buleleng, Bali 81116
suta.paramarta@undiksha.ac.id
Abstrak
Keberadaan bahasa daerah di Indonesia, termasuk bahasa Bali sering dihubungkan dengan isu
marginalisasi. Beberapa penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa bahasa Bali jarang digunakan
di ruang publik. Pemerintah daerah Bali telah menerapkan Peraturan Gubernur Nomor 80 Tahun 2018
untuk secara resmi melindungi bahasa dan aksara Bali, termasuk keberadaannya di ruang publik.
Sehubungan dengan itu, penelitian ini menggali keberadaan bahasa dan aksara Bali pada rambu-rambu
jalan lingual di Singaraja, Bali Utara. Selanjutnya, sebaran rambu-rambu jalan lingual juga diselidiki
untuk mengungkap wilayah sasaran primer dan sekunder pemerintah dalam perlindungan bahasa Bali.
Subyek penelitian adalah 151 rambu jalan yang dipasang oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng.
Data diperoleh melalui pengambilan foto dan observasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa bahasa
Bali terpinggirkan dengan kehadiran bahasa Indonesia. Peraturan gubernur tersebut hanya berhasil
meningkatkan penggunaan aksara Bali ketimbang penggunaan bahasa Bali. Dalam hal distribusi tanda,
pemerintah memfokuskan penggunaan tanda dengan aksara Bali di pusat kota karena kontak bahasa
yang intens terjadi di daerah tersebut.
Kata-kata kunci: bahasa Bali, rambu jalan, lanskap linguistik, Singaraja.
Abstract
The existence of local languages in Indonesia, including Balinese language is often related to
marginalization issue. Some previous research revealed that Balinese language is rarely used in public
spaces. The local government implements Governor Regulation Number 80 of 2018 to officially protect
the language, including its existence in public spaces. This research explores the existence of Balinese
language and script on the lingual street signs in Singaraja, North Bali. Further, the distribution of the
lingual street signs is also investigated to reveal the government's primary and secondary target areas
in language protection. The subjects of the study are 151 street signs that are placed by the department
of transportation of Buleleng regency. The data are obtained through photograph taking and
observation. The research reveals that the presence of Indonesian language marginalizes Balinese
language. The regulation only successfully improves the use of Balinese script instead of the use of
Balinese language. In terms of the sign distribution, the government focuses on signs with Balinese
script at the center of the town due to the intense language contact in the area.
Keywords: Balinese language, street signs, linguistic landscape, Singaraja.
How to Cite: Paramarta, I Made Suta. (2022). Balinese Language on the Street Signs in Singaraja Town,
Bali: A Linguistic Landscape Analysis. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa. 11(1). 120—129. doi:
https://doi.org/10.26499/rnh.v11i1.4197
Naskah Diterima Tanggal 19 April 2021—Direvisi Akhir Tanggal 4 April 2022—Diterbitkan Tanggal 14 Juni 2022
doi: https://doi.org/10.26499/rnh.v11i1.4197