Distilat. 2021, 7 (2), 155-161 p-ISSN : 1978-8789, e-ISSN : 2714-7649 http://distilat.polinema.ac.id Corresponding author: Jurusan Teknik Kimia Diterima: 12 Mei 2021 Politeknik Negeri Malang Disetujui: 22 Juni 2021 Jl. Soekarno-Hatta No.9, Malang, Indonesia E-mail: achmad.chumaidi@polinema.ac.id BERBAGAI PROSES DALAM PEMBUATAN DISPROPORTIONATED ROSIN DARI GONDORUKEM DENGAN PRESIPITASI NAOH Danang Rizky Mahendra, Elinda Kartika Sari, Rossy Arifatul Chabibah, Shahifa Habiba, Achmad Chumaidi Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang, Indonesia danangrm900@gmail.com, [achmad.chumaidi@polinema.ac.id] ABSTRAK Indonesia memiliki kawasan hutan yang sangat luas dengan keanekaragaman hayati yang melimpah. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari tanaman hutan, salah satunya adalah pohon pinus. Salah satu manfaat yang dapat diambil dari pohon pinus adalah getahnya, yang dapat diolah menjadi produk bernilai jual tinggi seperti gondorukem dan terpentin. Disproportionated rosin adalah salah satu produk turunan dari gondorukem, biasanya digunakan sebagai bahan tambahan dalam produksi karet sintetis, ban, hingga cat dinding. Penelitian dilakukan secara ekperimental untuk mengetahui pengaruh massa gondorukem dan konsentrasi NaOH terhadap disproportionated rosin yang dihasilkan. Proses dilakukan pada suhu ruang dengan pelarut etanol 96%, tanpa menggunakan katalis. Larutan NaOH digunakan untuk mengikat asam abietik dalam gondorukem menjadi na- abietic, sehingga dapat terbentuk disproportionated rosin. Variasi massa gondorukem yang digunakan adalah 5 gram, 8 gram, 12 gram dan 20 gram. Variasi konsentrasi NaOH yang digunakan adalah 0.1 M, 0.25M, 0.5 M, dan 1 M. Hasil terbaik didapatkan pada variabel massa gondorukem 8 gram dan konsentrasi 0.1 M, dengan disproportionated rosin yang dihasilkan sebanyak 41,5 ml dan endapan Na-abietik 3,5 gram. Kata kunci: diproportionated rosin, gondorukem, rosin ABSTRACT Indonesia has a very large forest area with abundant biodiversity. There are many benefits that can be obtained from forest plants, one of which is pine trees. One of the benefits that can be taken from pine trees is the sap, which can be processed into high-value products such as gum rosin and turpentine. Disproportionated rosin is a derivative product of gum rosin, usually used as an additive in the production of synthetic rubber, tires, and wall paint. The research was conducted experimentally to determine the effect of gum rosin mass and NaOH concentration on the resulting disproportionated rosin. The process was carried out at room temperature with 96% ethanol solvent, without using a catalyst. NaOH solution is used to bind abietic acid in gum rosin to become Na-abietic so that disproportionated rosin can be formed. The variations in the mass of the gum rosin used were 5 grams, 8 grams, 13 grams and 20 grams. The variations in the concentration of NaOH used were 0.1 M, 0.25 M, 0.5 M, and 1 M. The best results were obtained in the variable mass of gondorukem 8 grams and a concentration of 0.1 M, with the resulting disproportionated rosin as much as 41.5 ml and Na-abietic deposits 3.5 grams. Keywords: disproportionated rosin, gum rosin, rosin 1. PENDAHULUAN Hutan tropis Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang berpotensi tinggi untuk dimanfaatkan. Salah satunya adalah pohon pinus. Manfaat yang dapat diambil dari pohon ini adalah getahnya. Getahnya dapat diolah menjadi berbagai macam produk dengan nilai jual