JURNAL PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN
Volume 02 Nomor 01 - Bulan April 2022
Received 26 August 2021 | Accepted 23 October 2021 | Published 04 April 2022
OJS (Open Journal Systems) | PKP (Public Knowledge Project) © 2022 ITERA
KARAKTERISTIK AGROINDUSTRI KERIPIK DAN
MINIATUR MOBIL-MOBILAN DI DESA SUNGAI LANGKA
Mega Surya Ningsih
1
, M. Bobby Rahman
1
, Baiq Rindang Aprildahani
1
1
Institut Teknologi Sumatera, Jl. Terusan Ryacudu, Way Huwi, Jati Agung, Lampung Selatan
1
Email : mega.22117001@student.itera.ac.id
DOI : 10.35472/jppk.v2i1.660
ABSTRACT
Agroindustrial activities have an important role to support the agricultural sector both from an economic and
social perspective. This is supported by the superior characteristics possessed by agroindustry, namely the use
of raw materials from natural resources available locally. Sungai Langka Village is one of the villages that has
agricultural potential that can support the development of agro-industrial areas. The purpose of this study was
to determine the characteristics of agro-industry activities in Sungai Langka Village. This research uses
descriptive qualitative method which is supported by quantitative method. The results reveals that there are
two types of agro-industry activities that developed in Sungai Langka Village, namely chips agro-industry and
mini-cars agro-industry. Agroindustry in Sungai Langka Village is dominated by small scale and households,
with the highest participation being dominated by men at 89 percent, but it is also inseparable from the
contribution of women, the majority of business actors have low to moderate levels of education, and raw
materials are mostly obtained from local and a small number of non-local, the scope of marketing has reached
national level, and there are several institutions that play a role in the development of agro-industry in Sungai
Langka Village such as the government, organizational human initiatives, Bank BRI, and etc.
Keywords: characteristics, agroindustry, agricultural
A. PENDAHULUAN
Pertanian dan pembangunan pedesaan merupakan satu kesatuan yang tidak
terpisahkan. Pertanian adalah faktor penting yang dapat mendukung kehidupan wilayah
pedesaan di Indonesia (Harianto, 2009). Dalam pengembangan wilayah dikenal beberapa
konsep pengembangan sebagai upaya pendekatan pembangunan melalui kegiatan
perencanaan salah satunya yaitu konsep pengembangan dari bawah atau biasa dikenal
dengan bottom up planning. Salah satu penerapan konsep pembangunan tersebut adalah
melalui agropolitan (Suriadikusumah et al, 2011). Konsep agropolitan merupakan suatu
konsep kota pertanian yang tumbuh dan berkembang karena adanya usaha agribisnis di
dalamnya (Suroyo et al, 2014).
Menurut Balai Pengkajian Teknologi Pertanian tahun 2016, Kabupaten Pesawaran
merupakan daerah yang potensial untuk mengembangkan sektor pertanian di masa kini dan
masa yang akan datang, hal ini dikarenakan penggunaan lahan di Kabupaten Pesawaran
pada tahun 2019, sebagian besar penggunaan lahan digunakan untuk kepentingan terkait
pertanian dan perkebunan, seperti: ladang, sawah, tegal, dan perkebunan (Badan Pusat
Statistik, 2019). Dalam PDRB Kabupaten Pesawaran tahun 2019 sektor pertanian,
peternakan dan perikanan merupakan salah satu sektor penyumbang terbesar dalam
pertumbuhan perekonomian pada kabupaten tersebut dengan besaran sekitar 42 (Badan
Pusat Statistik, 2020). Dalam mendukung sektor pertanian menjadi sektor unggulan,
Pemerintah daerah menetapkan kawasan strategis dalam hal sudut kepentingan ekonomi
yang tertuang dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pesawaran tahun