Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 4 Nomor 2 September 2019. Page 85-90 p-ISSN: 2477-5932 e-ISSN: 2477-846X 85 Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is licensed under A Creative Commons Attribution-Non Commercial 4.0 International Licens Patologi Sosial dalam Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu Karya Tere Liye Mila Megawulandari 1) , Zainal Rafli 2) , Saifur Rohman 3 ) 1) Mahasiswa Program Pendidikan Bahasa, Pascasarjana, Universitas Negeri Jakarta Email: milamegawulandari_pb15s2@mahasiswa.unj.ac.id 2) Dosen Program Pendidikan Bahasa, Pascasarjana, Universitas Negeri Jakarta Email: zainalrafli@unj.ac.id 3) Dosen Program Pendidikan Bahasa, Pascasarjana, Universitas Negeri Jakarta Email: saifur_rohman2000@yahoo.com Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggetahui bentuk-bentuk Patologi sosial dalam Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu Karya Tere Liye. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik analisis isi. Data yang menjadi objek penelitian ini adalah kutipan dan dialog yang mengidentifikasikan bentuk-bentuk patologi sosial dalam Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu karya Tere Liye yang ditinjau dari sosiologi sastra. Penelitian ini dilakukan sebagai refleksi sosial untuk menghadapi masalah sosial salah satunya adalah tentang masalah penyakit masyarakat atau dalam istilah ilmu sosiologi disebut patologi sosial. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa bentuk-bentuk patologi sosial dalam Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu berupa kriminalitas, perjudian, minuman keras, korupsi, dan prostitusi. Kata Kunci: patologi sosial; novel; analisis isi; sosiologi sastra I. PENDAHULUAN Patalogi sosial adalah semua tingkah laku yang bertentangan dengan norma kebaikan, stabilitas lokal, pola kesederhanaan, moral, hak milik, solidaritas keluarga, hidup rukun bertetangga, disiplin, kebaikan, hukum, formal. Dengan kata lain, patologi sosial membahas mengenai masalah sosial yang berkaitan dengan penyakit masyarakat (Kartono, 2015:1). Sejalan dengan itu menurut Jamaludin (2016:16) patologi menyebabkan kerugian bagi individu tersebut atau orang lain sehingga dapat menimbulkan keresahan individu atau sosial. Dalam realitasnya, masalah sosial sekarang ini sudah merusak nilai moral, susila, luhur, dan religius, serta beberapa aspek dasar yang terkandung di dalamnya, baik hukum tertulis maupun tidak tertulis. Dari segi materiil, baik individual, kolektif, maupun negara acap kali terpaksa harus menerima beban kerugian. Begitu juga dari segi immaterial, yaitu tidak adanya rasa aman, ketentraman hidup, dan kedamaian. Pada akhirnya, keadaan ini semakin menambah banyaknya masalah-masalah sosial. Masalah tersebut umumnya berkaitan dengan kebutuhan sandang, pangan, papan. Kesulitan beradaptasi dengan perubahan menyebabkan kebingungan dan kecemasan, sehingga dapat memicu konflik, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Hal tersebut membuat manusia melakukan pola tingkah laku yang menyimpang dari pola umum, melakukan apa saja demi kepentingan sendiri, bahkan dapat merugikan orang lain, sehingga mereka melakukan tindakan seperti kriminalitas, perjudian, korupsi, minuman keras, narkoba, prostitusi, pornografi, geng motor, ataupun premanisme yang merupakan bentuk-bentuk dari patologi sosial (penyakit masyarakat). Seperti halnya di Indonesia, berita tentang bentuk-bentuk patologi sosial seperti tidak ada habisnya. Tindakan kriminal, perjudian, minuman keras, korupsi, sampai prostitusi selalu terjadi. Seperti kejadian di Sleman Yogyakarta. Menurut Anugrah (2019) terdapat 90 orang menjadi tersangka dari 46 kasus yang diungkap aparat Polda DIY selama Operasi Penyakit Masyarakat. Operasi tersebut digelar aparat Polda DIY beserta jajaran kepolisian resor (polres) selama 10 hari, mulai dari 24 Juni sampai 3 Juli lalu. Terdapat 46 kasus yang diungkap tersebut, masing-masing ada tujuh kasus prostitusi; 13 kasus perjudian; 25 kasus peredaran minuman keras ilegal; dan satu kasus premanisme. (Anugrah, 2019). CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk Provided by Online Journal System-Kumpulan Jurnal STKIP Singkawang ((Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Singkawang)