Langkau Betang: Jurnal Arsitektur, Vol. 7, No. 2, Tahun 2020 (E-ISSN 2550-1194) Terakreditasi Peringkat 3 (S3) DOI: 10.26418/lantang.v7i2.39676 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. 121 ARAHAN PENATAAN JALUR SIRKULASI GUNA MENUNJANG WALKABILITY PENGUNJUNG PADA TAMAN KOTA DI SURABAYA Azkia Avenzoar Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur azkiaave.ar@ upnjatim.ac.id Eva Elviana Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur evaelviana.ar@upnjatim.ac.id Heru Prasetiyo Utomo Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur herupras95.ar@upnjatim.ac.id Naskah diajukan pada: 28 Februari 2020 Naskah revisi akhir diterima pada: 11 Agustus 2020 Abstrak Taman kota merupakan ruang publik yang senantiasa menarik minat warga kota untuk berkunjung. Kehadiran taman kota ini harus mengindahkan upaya-upaya penataan jalur sirkulasi yang menunjang walkability pengunjung mengingat umumnya taman kota terletak di pusat kota dan dengan rentang usia pengunjung yang tidak terbatas. Oleh karena itu, penataan jalur sirkulasi dengan penekanan walkability perlu diperhatikan. Objek studi adalah taman kota di Surabaya yang terletak di pulau jalan dan dikelilingi oleh jalan arteri. Metode pengumpulan data menggunakan walk- through analysis yang hasilnya dituangkan dalam foto dan sketsa. Variabel yang digunakan adalah 5C’s walkability audit yakni connected, comfortable, convenient, convivial, dan conspicuous. Hasilnya adalah arahan penataan jalur sirkulasi berupa jalur penyeberangan yang sebidang dan dilengkapi pengamanan yang sesuai, peletakan jalur penyeberangan di setiap sisi taman, jalur masuk taman yang berdekatan dengan jalur penyeberangan, dan pemanfaatan taman sebagai pusat informasi kota. Kata-kata Kunci: Taman Kota, Ruang Publik, Jalur Sirkulasi, Walkability PLANNING DIRECTION OF CIRCULATION PATH TO SUPPORT VISITORS WALKABILITY IN CITY GARDEN IN SURABAYA Abstract City-parks are public spaces that always attract to be visited. City-park has to the concern of the circulation path to support the visitor’s accessibility. Most parks are located in the center of the city and visited by various age of visitors. Therefore, the arrangement of the circulation path that is concerned with walkability has to be considered. The study object is a city park in Surabaya, which is located on a road island and is surrounded by arterial roads. The data collection method is a walk-through analysis completed with photos and sketches. This research uses 5C’s walkability audit