JKK, Volume 4, No 2, April 2017: 64-68 p-ISSN 2406-7431; e-ISSN 2614-0411 64 Pengaruh edukasi gizi terhadap peningkatan berat badan pasien tuberkulosis Emma Novita 1 ; Zata Ismah 2* , Pariyana 1 1 Bagian IKM-IKK Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Palembang 2 Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya, Palembang zataismah@gmail.com Abstrak Status gizi penderita TB sangatlah penting karena menjadi tanda klinis sederhana untuk melihat keberhasilan dari terapi TB. Edukasi atau penyuluhan kesehatan merupakan salah satu cara merubah pengetahuan dan sikap seseorang tentang kesehatan dan secara tidak langsung dapat mempengaruhi stastus gizi. Metode penelitian ini dilakukan dengan desain desain studi Quasi Eksperimental. Populasi adalah pasien TB di Kecamatan Seberang Ulu, dengan sampel sebanyak 25 pasien positif TB Edukasi gizi. Sampel diberikan edukasi1jam pada 2 kali/bulan selama 3 bulan dengan total edukasi yang diberikan sebanyak 6 jam. Pemberian edukasi diberikan dengan metode pemaparan dan sesi tanya jawab serta demonstrasi pembuatan susu kedelai. Presentasi materi berisi pemahaman tentang TB serta pola makan anjuran dan pantangan untuk pasien TB yang disesuaikan dengan karakteristik pasien. Hasil penelitian ini didapatkan pemberian edukasi mempengaruhi perbedaan berat badan yang signifikan (P < 0.000) antara pasien sebelum diberikan edukasi dan setelah diberikan edukasi.Selisih berat badan pasien sebelum dan sesudah edukasi pada pasien TB sebesar 2.8kg. Saran yang dapat diberikan adalah perlunya diberikan pengetahuan tentang gizi dan pola makan pasien TB untuk memperbaiki status gizinya sehingga pengobatan dapat mencapai hasil optimal. Kata kunci: TB, Edukasi, Ekperimental Abstract Effect of nutritional education on increasing body weight of tuberculosis patients . Nutritional status of TB patients was important to success of TB therapy. Health education or counseling is one way to change a person's knowledge and attitude about health. Its can directly affect nutritional stastus. This research method was Quasi Experimental study design. The population was tuberculosis patients in Seberang Ulu District, with of 25 samples. Samples were given 1 hour of education in 2 times per month for 3 months, with total education given 6 hours. Provision of education method was given by lecture and answer question session and demonstration of making soy milk. Presentation of materials was an understanding of TB as well as dietary recommendations and taboos for TB patients tailored to patient characteristics. The results of this study was obtained from the education significant effect for weight differences (P <0.000) between patients before being educated and after being given education. The difference in weight of patients before and after education in TB patients was 2.8 kg. Suggestions by this researched was the need to be given knowledged about nutrition and diet of TB patients to improve nutritional status. Itscan treatment achieve optimal result. Keywords: TB, Education, Experimental