Jurnal Kesmas Asclepius Volume 2, Nomor 2, Desember 2020 e-ISSN: 2684-8287 p-ISSN: 2656-8926 DOI: https://doi.org/10.31539/jka.v2i2.1396 73 PENATALAKSANAAN PENGOBATAN TUBERCULOSIS PARU Juli Andri 1 , Henni Febriawati 2 , Yusuf Randi 3 , Harsismanto J 4 , Asih Dewi Setyawati 5 Universitas Muhammadiyah Bengkulu 1,2,3,4,5 aancapella88@gmail.com 1 ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penatalaksanaan pengobatan tuberculosis paru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan 1 dari 3 orang pasien tuberculosis tidak patuh dalam berobat tuberculosis di wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu. Faktor yang mendukung ketidakpatuhan berobat yaitu kurangnya pengetahuan panduan berobat tuberculosis. Simpulan, pasien yang tidak patuh disebabkan karena sudah merasa sudah sembuh dan malas untuk mengambil obat lagi di Puskesmas Sukamerindu, PMO sudah mengerti dengan tugasnya sebagai seorang PMO. Kata Kunci : Kepatuhan Minum Obat, Pemberi Obat, PMO, Tuberculosis Paru ABSTRACT The purpose of this study was to see how the management of pulmonary tuberculosis treatment. This research uses a qualitative approach. The results showed that 1 in 3 tuberculosis patients did not comply with tuberculosis treatment in the working area of the Sukamerindu Public Health Center, Bengkulu City. Factors that support treatment non-compliance are the lack of knowledge of tuberculosis treatment guidelines. In conclusion, patients who do not comply are caused because they feel he is already healed and are lazy to take more medicine at the Sukamerindu Health Center, PMO already understands his duties as a PMO. Keywords: Compliance with Medication, Drug Giver, PMO, Pulmonary Tuberculosis PENDAHULUAN Salah saut penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan di dunia sampai saat ini adalah tuberkulosis dan merupakan penyakit infeksi menular yang upaya pengendaliannya menjadi salah satu target dunia yaitu Suistainable Development Goals (SDGs). SDGs menetapkan Tuberkulosis (TB) sebagai tujuan di bidang kesehatan yaitu mengakhiri epidemic AIDS, tuberkulosis (Bappenas, 2017). Data World Health Organization (WHO) tahun 2014 menunjukkan jumlah penderita TB Paru pada tahun 2013 di benua Asia terdapat 56%, Afrika 29%, Regional Mediterania Timur 8%, Eropa 4% dan yang paling kecil beban penderita TB adalah wilayah Amerika 3% dari total jumlah penderita TB paru di dunia (WHO, 2014). Tuberculosis paru diperkirakan masih menyerang 9,6 juta orang dan menyebabkan 1,2