93 HIDROKSIAPATIT, ALGINAT, DAN KITOSAN SEBAGAI BAHAN SCAFFOLD TULANG: STUDI SPEKTROSKOPI (HYDROXYAPATITE, ALGINATE, AND CHITOSAN FOR BONE SCAFFOLDS: SPECTROSCOPY STUDY) Lalita El Milla*, Decky Joesiana Indrani** *Departemen Ilmu Material Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Brawijaya, **Departemen Ilmu Material Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia, Email: deckyji@gmail.com Abstract Scaffolds is three dimensional structure that serves as a framework for bone growth. Natural materials are often used in synthesis of bone tissue engineering scaffolds with respect to compliance with the content of the human body. Among the materials used to make scafffold was hydroxyapatite, alginate and chitosan. Hydroxyapatite powder obtained by mixing phosphoric acid and calcium hydroxide, alginate powders extracted from brown algae and chitosan powder acetylated from crab. The purpose of this study was to examine the functional groups of hydroxyapatite, alginate and chitosan. The method used in this study was laboratory experimental using Fourier Transform Infrared (FTIR) spectroscopy for hydroxyapatite, alginate and chitosan powders. The results indicated the presence of functional groups PO 4 3- , O-H and CO 3 2- in hydroxyapatite. In alginate there were O-H, C=O, COOH and C-O-C functional groups, whereas in chitosan there were O-H, N-H, C=O, C-N, and C-O-C. It was concluded that the third material containing functional groups as found in humans that correspond to the scaffolds material in bone tissue engineering. Key words : hydroxyapatite, alginate, chitosan, FTIR Abstrak Scaffold merupakan struktur tiga dimensi yang berfungsi sebagai kerangka atau template untuk pertumbuhan sel tulang. Bahan-bahan alam sering digunakan untuk pembuatan scaffold rekayasa jaringan tulang karena kesesuaiannya dengan kandungan tubuh manusia. Di antara bahan yang digunakan untuk membuat scafffold adalah hidroksiapatit, alginat dan kitosan. Serbuk hidroksiapatit diperoleh dengan mencampurkan asam fosfat dan kalsium hidroksida, serbuk alginat diekstrak dari alga coklat dan serbuk kitosan merupakan asetilasi dari kepiting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gugus-gugus fungsi yang terkandung di dalam hidroksiapatit, alginat dan kitosan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratoris yaitu dengan menguji serbuk hidroksiapatit, alginat dan kitosan menggunakan spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil menunjukkan adanya gugus fungsi PO 4 3- , O-H dan CO 3 2- dalam hidroksiapatit, pada alginat terdapat gugus fungsi O-H, C=O, COOH dan C-O-C, sedangkan pada kitosan terdapat gugus fungsi gugus O-H, N-H, C=O, C-N, dan C-O-C. Disimpulkan bahwa pada hidroksiapatit, alginat dan kitosan mengandung gugus fungsi sebagaimana ditemukan pada tulang manusia sehingga sesuai untuk bahan scaffold dalam rekayasa jaringan tulang. Kata kunci : hidroksiapatit, alginat, kitosan, FTIR PENDAHULUAN Upaya perbaikan tulang dibutuhkan ketika tulang mengalami defek akibat trauma, infeksi, reseksi tumor, kelainan kerangka dan pada kasus di mana proses regenerasi tidak seimbang dengan kerusakan tulang. 1,2 Salah satu alternatif perbaikan tulang yang saat ini menjadi perhatian adalah dengan rekayasa jaringan. Dalam rekayasa jaringan terdapat tiga komponen utama yaitu sel, faktor-faktor pertumbu- han dan scaffold harus memiliki sifat biomimetik dengan jaringan tulang sehingga biokompabilitas da- pat tercapai. Scaffold yang sesuai untuk rekayasa jaringan tulang dibuat dari material yang berbeda-